Indonesia sampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan di Myanmar

Indonesia sampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan di Myanmar

Seorang petugas polisi anti huru-hara menembakkan tabung gas air mata di Yangon, Myanmar, Sabtu (27/2/2021), untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/RWA/sa.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penggunaan kekerasan di Myanmar, yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui lamannya, Minggu.

Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan guna menghindari lebih banyak korban jatuh.

"Indonesia berharap semua pihak menahan diri agar situasi tidak semakin memburuk," kata Kemlu.

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari setelah komisi pemilihan menolak tuduhan militer soal penipuan dalam pemilihan umum November 2020. Pemilu tersebut dimenangi partai pimpinan Aung San Suu Kyi.

Junta menjanjikan pemilu baru, tetapi tanpa menetapkan jadwal yang pasti.

Kudeta tersebut telah memicu protes massal setiap hari selama hampir empat minggu dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.

Baca juga: Dipecat junta militer, Dubes Myanmar untuk PBB bersumpah melawan

Baca juga: Dubes Myanmar desak PBB untuk hentikan kudeta militer

Baca juga: Lakukan "shuttle diplomacy", Menlu RI bahas isu Myanmar dengan ASEAN


 

Pengunjuk rasa Myanmar kuyup oleh tembakan meriam air

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar