Pemerintah teken kontrak percepatan pemerataan 4G

Pemerintah teken kontrak percepatan pemerataan 4G

Ilustrasi - Teknisi memperbaiki perangkat di base transceiver station (BTS) salah satu provider seluler, untuk sinyal yang lebih baik di Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah, melalui Badan Aksesibilitas Telekomunkasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah meneken kontrak untuk proyek penyediaan jaringan telekomunikasi dalam upaya percepatan pemerataan jaringan 4G.

Penandatangan kontak payung antara BAKTI dan para mitra penyedia terpilih itu merupakan bagian dari proyek penyediaan jaringan telekomunikasi 4G di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan bahwa penandatangan kontrak payung Paket 3, Paket 4, dan Paket 5 dilakukan dengan menggunakan teknologi hologram dari lokasi masing-masing. Penandatangan juga disaksikan Presiden Joko Widodo dari Istana Negara.

"Proyek tersebut terdiri dari pembangunan BTS di 4.200 desa dan kelurahan pada tahun 2021, serta 3.704 desa/kelurahan pada tahun 2022,” jelas Johnny dalam siaran pers, dikutip Minggu.

Baca juga: Pemenuhan pembiayaan satelit SATRIA-1 segera dilakukan

Baca juga: Kominfo dorong Pemda adakan literasi digital


Melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi kepada Presiden Jokowi, Menteri Kominfo menyatakan jumlah sisa BTS tersebut melengkapi seluruh desa dan kelurahan wilayah 3T dengan sinyal internet 4G.

"Penyelenggaraan proyek ini terdiri dari lima paket kontrak payung untuk tahun anggaran tahun 2021 sampai dengan 2024. Yang terdiri dari unsur capital expenditure dan operational expenditure seluruhnya sejumlah Rp28,3 triliun, yang akan didanai pada setiap tahun anggaran dari komponen Universal Service Obligation (USO),” katanya.

Selain dana yang berasal dari USO, menurut Menteri Kominfo, sebagian dana lainnya berasal dari alokasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Kominfo dan Rupiah Murni (RM).

Kontrak Paket 1 dan Paket 2 telah ditandatangani pada 29 Januari 2021 antara Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data dengan BAKTI Kominfo. Total nilai kontrak tersebut sebesar Rp9,5 triliun.

Sementara kontrak Paket 3, 4, dan 5 ditandatangani BAKTIi bersama konsorsium PT Aplikanusa Lintasarta, Huawei, dan PT SEI untuk Paket 3, serta IBS dan ZTE untuk Paket 4 dan Paket 5 dengan total nilai kontrak Rp18,8 triliun.

Pembangunan BTS di wilayah 3T merupakan implementasi arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan percepatan transformasi digital di seluruh Tanah Air.

Kementerian Kominfo melanjutkan pembangunan infrastruktur TIK, meningkatkan konektivitas telekomunikasi nasional melalui upaya pembangunan infrastruktur digital untuk memperkecil digital divide.

Upaya pemerataan akses internet ini akan dilanjutkan Kementerian Kominfo melalui BAKTI dengan melakukan penggelaran akses di 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau jaringan 4G dari total 83.218 desa/kelurahan di Indonesia dengan layanan sinyal 4G.

Baca juga: Kominfo rangkul berbagai lembaga kembangkan talenta digital

Baca juga: Literasi digital di Indonesia layaknya dua mata pisau

Baca juga: Investasi pusat data dorong transformasi digital

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar