Oslo perketat penguncian COVID-19

Oslo perketat penguncian COVID-19

Seorang pria memakai masker pelindung sambil membawa kantung belanja di sebuah jalan di Oslo di tengah mewabahnya virus COVID-19, di Oslo, Norwegia, Jumat (13/3/2020). ANTARA FOTO/NTB Scanpix/Hakon Mosvold Larsen via REUTERS/AWW/djo

Kami harus memperketat aturan (COVID)
Oslo (ANTARA) - Ibu kota Norwegia Oslo akan memperketat aturan penguncian COVID-19 guna memerangi peningkatan tajam kasus varian yang lebih menular COVID-19, menurut wali kota setempat Raymond Johansen pada Minggu.

Varian tersebut, yang pertama kali muncul di Inggris, mulai berjangkit di Oslo pada Januari dan kini menyumbang 50-70 persen infeksi, demikian Lembaga Kesehatan Masyarakat Norwegia (FHI), Sabtu.

Pada Jumat Oslo mencatat 245 infeksi baru COVID-19.

"Kami harus memperketat aturan (COVID)," kata Johansen saat konferensi pers.

Baca juga: Pemerintah Norwegia mulai kurangi pembatasan pergerakan

Jumlah infeksi COVID-19 naik akibat tingginya mobilitas masyarakat, penyebaran virus yang lebih cepat serta penambahan tes COVID, katanya.

Di Oslo seluruh restoran, kecuali layanan bawa pulang dan pertokoan nonesensial, kecuali toko kelontong, apotek dan minuman keras, akan ditutup mulai Selasa. Sementara itu, status tingkat "merah" diberlakukan pada sekolah menengah, yang artinya bahwa murid yang sebelumnya belajar di sekolah, kini akan melaksanakan pemelajaran daring.

Semua kegiatan wisata luar ruangan untuk orang dewasa, serta pertemuan pribadi dan bertamu harus dihindari, kecuali untuk anak-anak, kata Johansen.

Kota tersebut juga berencana menggelar tes massal di sekolah pada Maret nanti guna melacak penyebaran virus dengan lebih baik.

Oslo menutup pusat perbelanjaan akibat penyebaran varian virus yang lebih menular pada Januari.

Per 25 Februari, negara berpenduduk 5,4 juta jiwa itu telah memberikan dosis pertama vaksin COVID-19 ke hampir 320.000 orang, dan hampir 150.000 orang telah menerima dosis kedua, menurut data FHI.

Jumlah keseluruhan kasus COVID-19 Norwegia selama 14 hari yakni 70 kasus per 100.000 orang dalam sepekan hingga 21 Februari, terendah ketiga di Eropa setelah Islandia dan Liechtenstein, berdasarkan data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Cegah penyebaran COVID-19, KBRI Oslo selenggarakan upacara daring
Baca juga: PBB akan ciptakan dana global untuk atasi corona

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar