Luasan panen padi Jakarta awal 2021 diprediksi turun

Luasan panen padi Jakarta awal 2021 diprediksi turun

Petani menanam padi di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Jalan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (28/9/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Pertambahan tersebut, tidak lepas dari pengaruh curah hujan yang tinggi
Jakarta (ANTARA) - Setelah pada tahun 2020 mengalami peningkatan, luasan panen padi di Jakarta pada awal tahun 2021 ini diprediksi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Senin, mencatat berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan oleh pihaknya, menunjukkan potensi luas panen pada subround I (Januari-April) tahun 2021 diperkirakan 203 hektare, luasan ini turun sekitar 244 hektare (54,54 persen) dibandingkan subround I tahun 2020 sebesar 447 hektar.

"Pada Januari luas panen tercatat 18,45 hektare, luasan ini jauh lebih rendah dari Januari 2020 yang memang menjadi puncak luas panen 2020," kata Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Produksi padi Jakarta pada 2020 tembus empat ribu ton

Untuk tahun 2020 sendiri, BPS DKI mencatat luas panen padi di Jakarta sepanjang Januari hingga Desember 2020 sebesar 914,51 hektar, atau bertambah sekitar 291,92 hektare (46,89 persen) dibandingkan 2019, yang mencapai 622,59 hektare.

"Pertambahan tersebut, tidak lepas dari pengaruh curah hujan yang tinggi pada semester kedua yang telah mempengaruhi masa panen pada tahun 2019," ucap Buyung.

Di mana, lanjut dia, setelah mencapai puncak luas panen pada Juli 2019 sebesar 186,22 hektar, kemudian pada bulan-bulan berikutnya luas panen terus menurun, sehingga, masa panen yang semestinya dapat dilakukan pada subround III tahun 2019 bergeser ke subround I tahun 2020.

Baca juga: Jakarta Utara benahi sistem irigasi pertanian

"Sebagai konsekuensinya, terjadi pergeseran puncak luas panen padi pada 2020 dibanding 2019. Pada 2020, puncak luas panen terjadi pada bulan Januari, yaitu mencapai 151 hektar," ujar Buyung.

Secara spasial, BPS mencatat luas panen DKI Jakarta hanya tersebar di tiga kota saja, yakni Jakarta Utara seluas 792 hektar, Jakarta Barat seluas 94 hektar, dan Jakarta Timur seluas 29 hektar. Sementara tiga kabupaten/kota lainnya tidak lagi memiliki lahan
sawah.

Dengan luasan panen yang meningkat, pada tahun 2020, produksi padi di Jakarta menembus 4 ribu ton gabah kering giling (GKG) meski masih terjadi pandemi COVID-19.

Secara rinci, BPS mencatat bahwa selama tahun 2020, produksi padi di Jakarta sebesar 4.543,93 ton GKG, atau bertambah sebanyak 1.184,62 ton atau naik 35,26 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 3.359,31 ton GKG.

Baca juga: Sudin KPKP membuat mina padi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Meski demikian, nilai ini sedikit terkoreksi dari nilai perkiraan sebelumnya karena adanya penyesuaian masa tanam di Jakarta Utara pada subround III (September-Desember) tahun 2020.

BPS juga mencatat Jakarta Utara merupakan kota dengan total produksi padi tertinggi, yaitu sebesar 3.864,7 ton GKG. Setelah itu diikuti oleh Jakarta Barat dengan produksi 511,87 ton, dan Jakarta Timur sebesar 167,3 ton.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar