Startup "madeinindonesia" fasilitasi produk UKM tembus pasar global

Startup "madeinindonesia" fasilitasi produk UKM tembus pasar global

CEO dan Pendiri madeinindonesia.com Ilyas Bhatt (kiri) dan petinggi MedcoGrup Kemal Panigoro (kanan) memaparkan upaya yang perlu dilakukan para UKM dalam menembus pasar global. ANTARA/HO-madeinindonesia.com

Akses pasar ke mancanegara amat penting di tengah kelesuan ekonomi saat ini
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan (startup) e-commerce Madeinindonesia.com terus berupaya memfasilitasi para pelaku UKM Indonesia agar mampu menembus pasar ekspor melalui tiga program yaitu akses teknologi, akses ke pasar global, dan akses akan pembiayaan.

"Platform e-commerce B2B lintas batas pertama Indonesia ini dirancang untuk meningkatkan ekspor Indonesia dan mendorong peluang pengadaan B2B internasional secara eksklusif untuk perusahaan Indonesia," kata CEO dan Pendiri madeinindonesia.com Ilyas Bhatt, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut Ilyas, pihaknya siap memperkenalkan produk berkualitas Indonesia yang dihasilkan perusahaan manufaktur, BUMN, pemasok ternama, pedagang grosir dan UKM agar terhubung dengan jutaan pembeli B2B di pasar internasional, importir dan perusahaan pengadaan di seluruh dunia.

Hanya kurun waktu satu tahun atau sejak diluncurkan tahun 2020, platform ini memiliki pertumbuhan yang mengesankan terutama melalui kampanye "Jual ke Mancanegara" dan serangkaian "Pameran Dagang Virtual" yang menghubungkan para UKM dengan pembeli internasional terkait peluang pengadaan dari Indonesia dalam jumlah besar dan harga grosir.

"Sepanjang tahun 2020, platform ini sudah menghasilkan sejumlah kesepakatan di berbagai industri, mulai dari perlengkapan B2B sampai suplai pertanian, senilai 10 juta dolar AS. Sebagian sedang dalam berbagai tahap negosiasi dan sebagian melibatkan pembeli internasional dari Afrika dan Timur Tengah," katanya.

Platform ini beberapa waktu lalu juga menggelar pameran dagang virtual dengan negara-negara lainnya seperti Mesir, UEA, dan Qatar. Dalam waktu dekat akan menggelar pameran dagang Indonesia-Inggris.

Pameran ini didukung oleh puluhan mitra, mulai dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM dan mitra swasta, seperti SGS yang bermarkas di Jenewa dan berbagai Kamar Dagang internasional.

"Kami bekerja keras agar perusahaan-perusahaan Indonesia dengan berbagai produk berkualitasnya terlihat di pasar e-commerce global," tambahnya.

Startup ini yang didukung perusahaan migas swasta terbesar di Indonesia Medco Group ini, mengusung teknologi yang tepat agar tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan dan meningkatkan pendapatan serta menangkap pasar baru.

Saat ini, pemerintah gencar menggenjot ekspor produk lokal ke mancanegara, sebagai salah satu upaya mendorong perekonomian domestik menuju pasar ekspor.

"Akses pasar ke mancanegara amat penting di tengah kelesuan ekonomi saat ini. Untuk itulah pentingnya, digitalisasi, komersialisasi dan internasionalisasi pelaku UKM dan ragam produknya," kata Ilyas.

Baca juga: Presiden: Kemitraan UMKM dan usaha besar harus saling menguntungkan
Baca juga: Teten ajak UMKM pahami tren pasar global
Baca juga: UMKM di sektor industri halal memiliki peluang di pasar global


Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gubernur BI yakin transaksi ekonomi digital meningkat di 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar