Lelang SUN serap Rp17 triliun

Lelang SUN serap Rp17 triliun

Sejumlah karyawan BNI mengamati harga Surat Utang Negara (SUN) di BNI Treasury, Jakarta, Selasa (8/6). FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz. (ANTARA/PRASETYO UTOMO)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp17 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp49,73 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Selasa, menyatakan realisasi lelang ini di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp30 triliun.

Untuk seri SPN12210603, jumlah nominal yang dimenangkan sama dengan penawaran masuk sebesar Rp0,55 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,00727 persen.

Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri ini mencapai 3 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,02 persen.

Untuk seri SPN12220303, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,85 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,24976 persen.

Baca juga: Kemenkeu: permintaan investor masih terjaga dalam lelang SUN

Penawaran untuk seri ini mencapai Rp3,05 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 3,19 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,31 persen.

Untuk seri FR0086, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,65961 persen.

Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp12,49 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 5,61 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 5,95 persen.

Untuk seri FR0087, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,54977 persen.

Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp15,24 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,5 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,75 persen.

Baca juga: Pemerintah serap Rp30 triliun dari lelang SUN

Untuk seri FR0088, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,37548 persen.

Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp5,61 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,32 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,78 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp5,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,22994 persen.

Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp8,18 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 7,19 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,39 persen.

Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,89681 persen.

Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp4,58 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,8 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,95 persen.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Maret 2021 mencapai Rp161,95 triliun.

Menurut rencana, pemerintah akan mengadakan lelang SUN tambahan (Greenshoe Option), pada Rabu (3/3), untuk lima seri SUN, yaitu FR0086, FR0087, FR0088, FR0083 dan FR0089, dengan target maksimal Rp28 triliun, seiring rendahnya penawaran masuk hari ini.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luncurkan green sukuk ST-007, Kemenkeu targetkan biayai APBN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar