Nasdem Jaktim tegaskan penunjukan Nurcahyo tak terkait isu kudeta

Nasdem Jaktim tegaskan penunjukan Nurcahyo tak terkait isu kudeta

Ketua DPW Partai Nasdem DKI Hasan Aminuddin (depan tengah), Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino (depan kedua kanan), Ketua DPD Nasdem Jakarta Timur Nurcahyo Anggoro Jati (depan kedua kiri), anggota DPR RI Dapil Jawa Timur Ade Dwi Astuti (depan kanan), beserta jajaran DPW Partai Nasdem DKI selepas pengumuman penunjukan Nurcahyo sebagai Ketua DPD Nasdem Jakarta Timur, di Sekretariat DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Selasa (2/3/2021). ANTARA/Ricky Prayoga.

Saya tegaskan ini tidak terkait dengan kudeta partai lain
Jakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Jakarta Timur tegaskan bahwa penunjukan Nurcahyo Anggoro Jati sebagai Ketua DPD Nasdem wilayah itu tidak terkait dengan isu kudeta Partai Demokrat, meski yang bersangkutan anak Mantan Ketua Partai Demokrat, almarhum Hadi Utomo.

"Saya tegaskan ini tidak terkait dengan kudeta partai lain (Demokrat). Kami keluar tahun 2020, jauh sebelum ada isu kudeta di partai lain. Kami masuk pada Oktober 2020 dan diberi kewenangan di Jakarta Timur," kata Nurcahyo di Jakarta, Selasa.

Bahkan, Nurcahyo yang mulai 2021 ini ditunjuk jadi Ketua DPD Nasdem Jakarta Timur, mengaku dirinya kepincut masuk Partai Nasdem dari adiknya, Ade Dwi Astuti yang saat ini menjadi anggota DPR RI Dapil Jawa Timur, sejak 2020.

Nurcahyo mengatakan mereka tertarik partai yang dipimpin Surya Paloh ini karena merasa tidak ada perbedaan dan kesenjangan antara anggota partai baik baru ataupun lama.

"Kami merasa berkenalan dengan kakak semua, ada kesetaraan di Partai Nasdem ini. Tidak ada istilah orang baru, orang lama, kami semua sederajat," ujar Nurcahyo.

Baca juga: Nasdem Jakarta tegaskan tunjangan dalam RKT tidak cair tiap bulan

Nurcahyo menyebut dia dan adiknya juga melihat Partai Nasdem, merupakan partai yang memiliki visi yang besar di masa mendatang, memiliki keseriusan dalam membawa negara ini maju secara ekonomi, hingga secara hukum adil dan merata.

"Ada restorasi yang membuat kami menarik sekali. Seperti konsep politik tanpa mahar. Di Partai Nasdem, kami melihat partai yang benar-benar serius yang membebaskan para calon untuk membesarkan partai. Karenanya saya ingin tegaskan Nasdem memang bukan partai yang pertama, tapi saya pastikan ini partai yang terakhir bagi saya," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPW DKI Partai Nasdem, Hasan Aminuddin, yang memberikan mandat kepada Nurcahyo sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Jakarta Timur mengaku senang partainya diperkuat oleh Nurcahyo serta Ade dan mengharapkan yang bersangkutan bisa bekerja dengan maksimal.

"Kita didatangi oleh politisi yang akan berkhidmat di Partai Nasdem, Mas Nurcahyo. Mas Yoyok langsung saya kasih mandat sebagai Ketua DPD Nasdem Jakarta Timur. Semoga bisa memberi efek besar," ujar Hasan.

Menurutnya, kehadiran Nurcahyo atau akrab disapa Yoyok ke Partai Nasdem membawa angin segar tersendiri. Terlebih, katanya, Partai Nasdem menargetkan 14 kursi di DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2024 atau dua kali lipat dari perolehan kursi pada Pemilu 2019.

Baca juga: Nasdem DKI tak sejalan dengan PSI soal Interpelasi untuk Anies

"Hijrahnya mas Yoyok dan Ade Dwi Astuti ke rumah baru. Dari rumah sebelah yang sedang heboh isu kudeta datang ke rumah baru. Saya berikan kesempatan sekaligus konsolidasi untuk persiapan 2024. Keduanya adik kakak, anaknya almarhum Hadi Utomo, Mantan Ketua Partai Demokrat. Mas Yoyok ke DPRD DKI, adiknya mbak Dwi ke DPR RI. Semoga pengabdiannya bisa dirasakan masyarakat," kata Hasan.

Nurcahyo mengucapkan rasa terimakasih dan bertekad membantu mendongkrak suara Nasdem di Jakarta Timur.

Hal itu, tambahnya,  karena Nasdem di Jakarta Timur walaupun tidak ada yang menjadi anggota dewan, tapi dinilainya sudah berbuat banyak kepada warga Jaktim.

"Partai Nasdem sudah berbuat bahkan sebelum ada anggota dewan. Seperti di lingkungan saya, ada pembangunan jalan. Karenanya saya akan berjuang," tutur Nurcahyo.

Sebelumnya, Partai Demokrat saat ini sedang berpolemik di internal. Petinggi partai berlogo mercy ini menyebut-nyebut adanya Gerakan Pengambilalihan Kekuasaan Partai Demokrat (GPK-PD) yang menginginkan kepemimpinan partai yang identik dengan sosok mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Baca juga: Fraksi Nasdem sebut empat janji kampanye Anies belum terealisasi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar