Cara Danone-Aqua tingkatkan kualitas manajemen sampah plastik

Cara Danone-Aqua tingkatkan kualitas manajemen sampah plastik

Kegiatan PT Tirta Investama pemegang merek dagang AQUA saat ikut membantu program pemerintah dalam mengelola lingkungan, khususnya mengurangi sampah plastik. ANTARA/HO-Humas Danone-AQUA.

Jakarta (ANTARA) - Danone-Aqua telah melahirkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas manajemen sampah plastik sebagai bentuk peduli lingkungan, juga implementasi ekonomi sirkular yang telah dilakukan sejak 1983.

"Kami memelopori inovasi kemasan ramah lingkungan dengan memperkenalkan produk kemasan galon sejak 1983 dan memastikan 70 persen bisnis telah sepenuhnya sirkular," kata VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto di acara penandatangan kerja sama pengembangan bank sampah dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Danone-Aqua fokus kepada tiga pilar dalam meningkatkan kualitas manajemen sampah plastik, yakni pengumpulan, edukasi dan inovasi.

Untuk pengumpulan, kerja sama dengan para pemangku kepentingan membuahkan infrastruktur dan meningkatkan kapasitas persampahan baru seperti unit bisnis daur ulang, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta bank sampah.

Baca juga: Danone donasikan Rp30 M untuk penanganan COVID-19

Selain itu, perusahaan tersebut juga membangun kerja sama dengan startup OCTOPUS, pengembang aplikasi pengumpulan kemasan dan juga mengembangkan kerja sama Bersama Grab untuk menyediakan jasa pengangkutan kemasan plastik bekas dari konsumen.

Mereka juga berpartisipasi dalam misi penelitian bersama dengan The Ocean Cleanup, sebuah startup nirlaba dari Belanda yang telah mengembangkan teknologi canggih untuk membantu pengumpulan sampah plastik dari laut. Seluruh upaya ini diharapkan dapat mengumpulkan lebih banyak sampah plastik dari lingkungan, agar dapat didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

Pada pilar edukasi, pihaknya ingin memberi informasi kepada 100 juta konsumen Indonesia dan 5 juta anak usia sekolah melalui kampanye edukatif. Kemitraan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan Lentera Anak, dan Universitas Indonesia menghasilkan modul edukasi “Sampahku Tanggung Jawabku” untuk anak usia SD dan Serial Buku Buku Dongeng dan Video Petualangan “Sampahku Tanggung Jawabku” untuk anak usia PAUD.

Untuk edukasi, perusahaan itu berkomitmen membuat 100 persen kemasan plastiknya dapat digunakan ulang, didaur ulang atau dapat terurai pada tahun 2025. Pada 2018, Danone-Aqua meluncurkan botol 100 persen dari bahan baku plastik PET daur ulang (rPET) lalu meluncurkan botol kaca guna ulang (Returnable Glass Bottle) untuk melayani segmen industri pariwisata. Inovasi terkini pada tahun 2020 berupa peluncuran produk botol air dalam kemasan 600 ml dengan kemasan yang mengandung 100 persen plastik daur ulang dan 100 persen dapat didaur ulang.

Baca juga: Danone-Koalisi Air Indonesia sinergi jaga keseimbangan sumber daya air

Baca juga: Danone bersama komunitas hadirkan dongeng tentang gizi

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tambah uang belanja dari sampah botol plastik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar