Formula 1

Titel juara dunia kedelapan tak akan jadi penentu masa depan Hamilton

Titel juara dunia kedelapan tak akan jadi penentu masa depan Hamilton

Dokumentasi - Pebalap tim Mercedes Lewis Hamilton melakukan selebrasi setelah menjuarai Grand Prix Britania di Sirkuit Silverstone, Inggris, (14/7/2019). ANTARA/REUTERS/Matthew Childs/aa.

Jakarta (ANTARA) - Lewis Hamilton mengatakan apapun hasil akhir musim ini, ketika ia memiliki peluang mengejar rekor gelar juara dunia F1 untuk kedelapan kalinya, tidak akan menjadi penentu kelanjutan karirnya di arena balap Formula 1.

Pebalap berusia 36 tahun asal Inggris itu dikontrak Mercedes hingga akhir 2021 namun ketika peluncuran mobil F1 baru mereka pada Selasa, Hamilton mengatakan sangat bertekad untuk memberikan hasil yang terbaik bagi tim tersebut.

"Saya turun ke dunia balap karena saya mencintai balapan dan saya kira itu selalu menjadi inti dari apa yang saya lakukan," kata Hamilton seperti dikutip Reuters.

"Jika saya tidak mencintai balapan, jika apa yang kalian kejar semata-mata adalah pencapaian, jika semua yang kalian kejar adalah titel, saya merasa saya bisa kehilangan arah.

"Tentunya ini adalah impian utama (menjadi juara dunia delapan kali) tapi saya rasa itu tidak semestinya menjadi faktor yang menentukan apakah saya tetap tinggal atau terus melaju," kata pebalap paling sukses dalam sejarah F1 itu.

Hamilton telah merasakan podium teratas di balapan di setiap musim yang ia ikuti sejak debut di F1 bareng McLaren pada 2007 dan pada musim lalu ia memenangi 11 dari 17 balapan yang digelar di tengah pandemi.

Pebalap Inggris itu kini memegang rekor 95 kemenangan Grand Prix, 98 pole position dan 165 finis podium.

Dia melewatkan satu balapan musim lalu ketika terjangkit COVID-19 dan tahun ini masih menjadi pebalap yang difavoritkan menjadi juara dunia kembali.

Hamilton juga dianugerahi gelar ksatria oleh Kerajaan Inggris setelah merebut titel ketujuhnya di F1.

"Tahun lalu merupakan tahun yang berat bagi setiap orang, termasuk saya. Tapi saya rasa ada momen-momen yang sangat berdampak," kata dia.

"Akankah terulang lagi tahun ini? kita lihat saja. Akankah saya menikmatinya lagi? kita lihat saja."

Satu-satunya pebalap berkulit hitam di grid F1 itu juga merupakan pegiat yang lantang menyuarakan perang terhadap rasisme dan ketidaksetaraan.

Di acara peluncuran mobil tim Mercedes, Hamilton juga sempat mengatakan fokusnya tahun ini telah berubah dari sekedar memenangi kejuaraan ke upaya mendorong keragaman di F1.

Baca juga: Kampanye mendorong keragaman akan menjadi fokus Hamilton tahun ini
Baca juga: Kontrak satu tahun membuat masa depan Hamilton dipertanyakan
Baca juga: Hamilton teken kontrak baru dengan Mercedes untuk 2021

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar