Menkes Budi: 45 juta orang akan dapat vaksin hingga Juni

Menkes Budi: 45 juta orang akan dapat vaksin hingga Juni

Vaksinator menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pekerja sektor pariwisata yang berada di atas kendaraan saat vaksinasi COVID-19 dengan sistem "drive thru" di Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (28/2/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.

Itu akan masalah karena hitungan saya butuh 2-3 juta per hari
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sekitar 45 juta rakyat Indonesia akan mendapatkan vaksin COVID-19 hingga Juni tahun ini.

"Kita beruntung kita sudah bisa (vaksinasi, red.), cuma memang baru sekitar 90 juta dosis vaksin atau 45 juta orang yang bisa divaksinasi sampai dengan Bulan Juni," ujar dia di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan vaksin COVID-19 menjadi komoditi yang menjadi rebutan di seluruh dunia, banyak negara-negara belum bisa memulai vaksinasi.

"Karena belum dapatkan jatah vaksinnya, 'event' negara-negara maju. Australia dan Jepang itu baru mulai vaksinasinya," ucapnya.

Ia menyebutkan agar kekebalan masyarakat di Indonesia tercapai, maka harus ada 70 persen atau 181,5 juta masyarakat yang divaksin.

Namun, lanjut dia, ketersediaan vaksin menjadi salah satu kendala bagi Indonesia untuk mencapai kekebalan komunitas 70 persen.

"Masalah utama yang paling besar adalah ketersediaan vaksinnya, karena memang sampai di Bulan Juni baru ada sekitar 90 juta vaksin. Vaksin baru akan datang banyaknya di Bulan Juli ke belakang," katanya.

Baca juga: Menkes sebut perusahaan startup berperan dukung vaksinasi COVID-19

Budi menyampaikan semester kedua tahun ini menjadi tantangan yang cukup berat dalam melakukan vaksinasi.

"Pada enam bulan pertama tahun ini cuma 45 juta. Yang berat semester kedua, jadi 181 juta dikurangi 45 juta yang harus disuntik dalam enam bulan. Itu akan masalah karena hitungan saya butuh 2-3 juta per hari," katanya.

Ia mengatakan agar Indonesia dapat melakukan vaksinasi COVID-19 sebanyak 1-2 juta per hari pemerintah tidak mungkin melakukan hal itu sendiri.

"Pemerintah harus melakukan bersama-sama dengan semua pihak, termasuk swasta, terutama 'startup' yang dibidangi anak muda. Ini bukan program ekslusif, ini program yang inklusif, malah bisa saya katakan ini harus menjadi gerakan, di mana setiap komponen bangsa ini adalah kewajiban kita untuk melakukan vaksinasi," ucapnya.

Ia menilai vaksinasi bukan hanya melindungi individu, melainkan juga untuk mencapai kekebalan komunitas untuk bisa melindungi keluarga, tetangga, dan seluruh rakyat Indonesia sebagai komunitas bersama.

Baca juga: Menkes minta masyarakat yang ingin divaksin untuk bersabar
Baca juga: Menkes ingin laju penularan COVID-19 ditekan hingga rasio dibawah satu
Baca juga: Menkes: Perlu gandeng TNI/Polri gencarkan pelacakan kasus COVID-19

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkes sebut Solo salah satu kota capaian vaksin tertinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar