Sepak Bola Nasional

PSTI sambut baik bergulirnya kembali sepak bola Indonesia

PSTI sambut baik bergulirnya kembali sepak bola Indonesia

Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro (kiri), dan pengurus PSTI, berfoto dengan Wapres RI KH Ma'ruf Amin. (HO/Dok PSTI)

Jakarta (ANTARA) - Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyambut baik segera bergulirnya kembali dengan adanya kepastian pelaksanaan turnamen Piala Menpora pada pertengahan Maret ini, setelah kurang lebih setahun terhenti akibat pandemi COVID-19.

"Kami menyambut baik pelaksanaan Piala Menpora, dan ini merupakan ujian sebelum diadakannya kembali liga Indonesia," kata Ketua Umum PSTI Ignatius Indro, dalam pernyataan tertulis, di Jakarta, Rabu.

"Di sini kita bisa melihat apakah memang protokol kesehatan bisa dijalankan dengan baik oleh seluruh stake holder sepak bola atau tidak, dan ini akan menjadi acuan kita bisa menjalankan kompetisi ke depannya," tambahnya.

Baca juga: PSTI catat 2020 sebagai tahun berat bagi sepak bola Indonesia

Diakui Indro, memang banyak pekerjaan untuk pelaksanaan turnamen Piala Menpora, namun bukan berarti tidak bisa dilaksanakan.

"Memang banyak PR dalam pelaksanaannya, mulai dari sosialisasi protokol kesehatan ke seluruh stake holder hingga ke suporter, menentukan aturan main, penegasan hukum, namun bukan berarti kita tidak bisa menjalankan turnamen tersebut," katanya.

Menanggapi pihak-pihak yang menganggap bergulirnya kembali sepak bola akan membuat kluster baru bagi penyebaran COVID-19, Indro menganggap itu adalah hal yang biasa, namun memang perlu dijawab dengan pelaksanaan yang baik dan terukur.

Baca juga: PSSI pastikan Piala Menpora 2021 dibuka di Solo

"Kalau ada pro dan kontra itu biasa, tapi kita tidak bisa menilai saat hal tersebut belum terlaksana. Untuk itu, pihak penyelenggara harus bisa menjawab tantangan tersebut dengan pelaksanaan yang baik, sesuai dengan protokol kesehatan, dan terukur," ujarnya.

Ia berharap penyelenggara bisa berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk dengan pakar kesehatan untuk pelaksanaannya sehingga semuanya terukur dengan benar.

"Seharusnya lembaga seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia) atau IPW (Indonesia Police Watch) memberi masukan untuk pelaksanaannya, bukan hanya memberi opini yang kontraproduktif," ujarnya.

Baca juga: Persita Tangerang gelar latihan perdana usai rehat empat bulan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSTI Abe Tanditasik mengingatkan Indonesia agar bisa berkaca pada negara-negara lain yang tetap menyelenggarakan kompetisi.

"Banyak negara yang tetap melaksanakan kompetisi, termasuk di negara-negara Asia Tenggara. Tidak ada salahnya kita belajar pada mereka bagaimana melaksanakan kompetisi dengan protokol kesehatan," ujarnya.

"Jika itu sudah bisa dijalankan dengan baik maka tidak ada alasan bagi sepak bola untuk tidak bergulir kembali. Karena dengan dihentikannya sepak bola, ini berdampak ke banyak faktor kehidupan masyarakat," pungkas Abe.

Baca juga: Direktur LIB: PSSI ajukan permohonan vaksin COVID-19
Baca juga: Anggota Exco PSSI: semoga vaksinasi COVID-19 sukses agar liga berjalan

 

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sepak takraw targetkan dua medali emas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar