Tim gabungan kesulitan air padamkan kebakaran hutan lindung Chevron

Tim gabungan kesulitan air padamkan kebakaran hutan lindung Chevron

Seorang petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru memadamkan api dengan batang kayu karena kehabisan air saat proses pemadaman kebakaran di hutan lindung PT Chevron Pacific Indonesia di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (3/3/2021). Tim pemadam kebakaran gabungan kesulitan memadamkan kebakaran di hutan lindung Chevron karena tidak ada sumber air di lokasi dan akses jalan sangat minim menuju titik api yang lokasinya tersebar. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Tim pemadam kebakaran gabungan kesulitan mendapat sumber air untuk memadamkan kebakaran di hutan lindung PT Chevron Pacific Indonesia di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu.

Berdasarkan pantuan ANTARA di lokasi kebakaran hutan lindung Chevron, puluhan personel dari tim pemadam kebakaran perusahaan yang dibantu oleh pemadam kebakaran Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru, tidak bisa memadamkan titik api yang tersebar. Selain itu, kondisi medan yang berbukit dan akses jalan tanah yang kecil membuat mobil pemadam tidak bisa mencapai lokasi.

Petugas BPBD Pekanbaru bahkan terpaksa menggunakan batang kayu untuk mematikan api yang menyebar dengan cepat membakar semak belukar.

"Kita dapat laporan dari Babinkamtibnas ada kebakaran di hutan lindung Chevron, dan kita lihat kondisi sudah besar apinya. Kesulitan kita, sumber air tidak ada, benar-benar nol. Kita sudah cari tapi airnya tidak cukup," kata Komandan Regu BPBD Pekanbaru, Fati Zebua.

Baca juga: Kebakaran lahan kembali terjadi di Sungai Ampit Siak

Baca juga: BMKG nyatakan tujuh daerah di Riau kini rawan Karhutla


Menurut Zebua, kebakaran di hutan lindung Chevron sudah terjadi dua kali dalam pekan ini. Ia memperkirakan ada lebih dari lima titik kebakaran yang lokasinya berbeda-beda di hutan lindung Chevron, dan luas kebakaran seluruhnya diperkirakan mencapai 10 hektare.

"Meski ini yang terbakar di tanah mineral, bukan gambut, tapi kendalanya memang tidak ada air di sini," katanya.

Koordinator Pemadaman Manggala Agni Daops 4 Pekanbaru, Petra Ganda, mengatakan cuaca panas ditambah hembusan angin yang cukup kencang membuat api cepat merambat ke semak belukar dan pohon-pohon kering di tempat itu.

Truk tangki air Manggala Agni tidak cukup airnya untuk memadamkan semua lokasi kebakaran yang tersebar. "Kebakaran terjadi di permukaan (tanah) yang banyak bahan potensial terbakar dan ditambah angin kencang membuat api cepat menyebar secara acak," katanya.

Dua unit mobil pemadam kebakaran Chevron harus pulang balik mengambil air yang memakan waktu sekitar 30 menit untuk menyuplai air ke tim pemadam gabungan. Tim pemadam masih bertahan hingga malam hari, dan berencana mendatangkan alat berat untuk membuka akses jalan untuk mobil pemadam agar lebih dekat ke titik api.

Hingga kini PT Chevron belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk penanganan kebakaran di hutan lindung perusahaan tersebut.*

Baca juga: Manggala Agni Pekanbaru peringati HUT RI di sela pemadaman karhutla

Baca juga: Dua ada di Riau, BMKG deteksi ada 16 titik panas di Pulau Sumatera

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar