Ekonom proyeksikan ekonomi Indonesia 2021 tumbuh positif

Ekonom proyeksikan ekonomi Indonesia 2021 tumbuh positif

Pengendara melintas dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat di kawasan Jakarta Pusat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 akan mengalami pertumbuhan di kisaran 1,6 persen sampai 2,1 persen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ekonom senior Standard Chartered Bank Indonesia memproyeksikan, ekonomi Indonesia bakal tumbuh positif sebesar 4,5 persen di 2021, lebih rendah dari target pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

"Ekonomi Indonesia kami perkirakan bisa tumbuh 4,5 persen, mungkin ini agak sedikit di bawah batas atas target pemerintah dan BI," ujar Senior Economist Standard Chartered Bank Aldian Taloputra dalam konferensi pers virtual World of Wealth (WOW) 2021, di Jakarta, Rabu.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5 persen-5,4 persen dengan titik tengah 5 persen, sementara proyeksi BI ekonomi akan tumbuh di kisaran 4,3 persen-5,3 persen.

Pada tahun ini Indonesia masih dalam proses pemulihan ekonomi sehingga pertumbuhannya tidak begitu besar. Masih perlu waktu untuk pertumbuhan ekonomi pulih ke kondisi sebelum pandemi Covid-19.

"Kita sudah lihat bottom pertumbuhan ekonomi di tahun 2020. Seharusnya di 2021 membaik," ujarnya.

Baca juga: Ekonom prediksi ekonomi 2021 tumbuh positif capai 3,9 persen
Baca juga: Presiden Jokowi ajak bersatu wujudkan prediksi ekonomi positif 2021


Kendati demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut punya potensi bergeser ke angka yang lebih tinggi di tahun ini, bila diiringi dengan suksesnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan insentif yang digelontorkan pemerintan bisa tepat sasaran, sehingga mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

"Tapi kami masih percaya tahun ini adalah tahun recovery (pemulihan)," ujarnya.

Sementara itu Head of Consumer, Private and Business Banking, Standard Chartered Bank Indonesia Jeffrey Tan menambahkan terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi akibat pandemi, gejolak politik, dan dinamika pasar domestik tahun lalu, kinerja lini usaha perbankan konsumen atau ritel Standard Chartered tetap baik.

Ada pertumbuhan di segmen ritel yang mencakup priority banking, wealth management, kartu kredit, CASA, dan penyaluran kredit di 2020, dengan para nasabah semakin berpindah ke layanan digital. Digitalisasi memiliki peranan penting terutama untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Kami optimistis terhadap 2021 dan kami akan terus menguatkan penawaran di segmen menengah ke atas melalui berbagai kampanye, pengayaan portofolio produk, dan layanan nasabah yang prima, serta di saat yang bersamaan menjaga budaya kepatuhan yang kuat dan tata kelola perusahaan yang baik," katanya.

Standard Chartered berencana menggelar acara tahunan World of Wealth (WOW) ke-17, dan untuk pertama kalinya akan dilaksanakan secara daring.

"Acara ini sebagai rujukan bagi para nasabah dalam membuat keputusan investasi, pengelolaan kekayaan, dan arahan kebijakan perusahaan milik para nasabah," katanya.
Baca juga: Presiden ungkap syarat agar pertumbuhan ekonomi RI melebihi prediksi
Baca juga: Sri Mulyani: Program PEN jadi pendorong pertumbuhan kuartal I 2021

Pewarta: Subagyo
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Surplus neraca perdagangan Maret, indikasi pertumbuhan ekonomi sehat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar