Mendag Lutfi pastikan Indonesia telah memiliki tata niaga yang tertib

Mendag Lutfi pastikan Indonesia telah memiliki tata niaga yang tertib

Tangkapan layar - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi Rapat Kerja Kemendag di Jakarta, Kamis (4/3/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri.

Salah satu tertib niaga itu memastikan bahwa tidak ada praktek-praktek kecurangan...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi akan memastikan Indonesia memiliki tata niaga yang tertib, yang artinya perdagangan secara luring maupun daring yang terjadi di Indonesia akan menerapkan kesetaraan dan keadilan sesuai dengan amanah Presiden Joko Widodo.

"Konsep perdagangan yang fair trade dan perdagangan yang adil yang mempunyai azas fair trade, yang mempunyai manfaat kepada penjual dan pembeli," kata Mendag M Lutfi saat konferensi pers virtual menjelang Rapat Kerja Kemendag di Jakarta, Kamis.

Dalam hal ini Mendag Lutfi menegaskan tertib niaga di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam hal ini Kemendag memastikan bahwa praktek-praktek kecurangan dalam perdagangan tidak akan terjadi.

Baca juga: Presiden: Perdagangan digital yang membunuh UMKM harus diperingatkan

"Salah satu tertib niaga itu memastikan bahwa tidak ada praktek-praktek kecurangan, termasuk di situ yang disebut dengan predatory pricing yaitu membuat suatu harga, baik itu didumping atau disubsidi yang menyebabkan perdagangan itu tidak pada level equal playing field," papar Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menegaskan bahwa ia dan jajarannya akan membereskan persoalan kecurangan dalam perdagangan yang mungkin terjadi tersebut, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, pihaknya akan mengatur dan memastikan bahwa pasar Indonesia memiliki pasar yang jujur dan adil.

Baca juga: Presiden minta Mendag segera selesaikan perundingan internasional

Baca juga: Presiden minta Mendag segera selesaikan perundingan internasional

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendag: Presiden sebut "bipang"dalam konteks kuliner lokal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar