Kemenag-UEA realisasikan sejumlah kerja sama di bidang keagaamaan

Kemenag-UEA realisasikan sejumlah kerja sama di bidang keagaamaan

Delegasi UEA yang dipimpin Kepala Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohamed Matar Salim al Kaabi dalam kunjungannya ke Indonesia, Kamis (4/3/2021). ANTARA/HO-Kemenag

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama Republik Indonesia dan Uni Emirat Arab tengah merealisasikan sejumlah kerja sama di bidang keagamaan, salah satunya pembangunan masjid di Solo, Jawa Tengah.

Realisasi kerja sama itu dilakukan saat delegasi UEA yang dipimpin Kepala Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohamed Matar Salim al Kaabi ke Indonesia.

"Kedatangan beliau (delegasi UEA) untuk merealisasikan sejumlah kerja sama antara UEA dan Indonesia," ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Adapun masjid yang akan dibangun di Solo itu merupakan hibah dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed sebagai tanda memperkuat persahabatan antara negaranya dengan Indonesia.

Masjid tersebut diberikan oleh Sheikh Zayed saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo pada 12 Januari 2020 lalu ke Abu Dhabi. Rencananya, delegasi UEA itu akan ikut dalam peletakan batu pertama masjid yang diberi nama Sheikh Zayed Mosque itu pada Sabtu (6/3).

Baca juga: Kantor perwakilan terbesar Abu Dhabi hadir di Indonesia
Baca juga: Indonesia-UEA segera mulai rencana kerja sama rehabilitasi mangrove


Selain masjid, Kemenag dan UEA memperkuat kemitraan dalam berbagai sektor lainnya seperti akan melakukan pelatihan Da'i dan imam, pengiriman peserta dan Dewan Hakim MTQ Internasional, pengiriman pakar/cendekiawan Muslim Indonesia ke even internasional di Abu Dhabi, pertukaran pengalaman di bidang manajemen wakaf, serta pengembangan wakaf produktif dan investasinya.

Selain itu, RI-UEA juga menjalin kerja sama pertukaran cetakan, publikasi, dan terjemahan Al-Qur'an termasuk hasil cetakan, hasil penelitian, publikasi, dan majalah yang diterbitkan oleh kedua negara.

Kemudian pertukaran keahlian dalam pembangunan, pemeliharaan dan manajemen masjid yang bertujuan untuk mempromosikan misi masjid sebagai tempat ibadah dan bimbingan moderasi beragama yang aman.

"Mulai dari pengiriman imam Indonesia ke UEA, pelatihan muballig, pembangunan mesjid di Solo, sampai penguatan moderasi beragama," katanya.

Baca juga: Indonesia-UEA kerja sama tingkatkan daya saing dan keterampilan PMI
Baca juga: Pemkot Surakarta segera mulai pembangunan masjid dari Pangeran UEA

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Izinkan tarawih, Kemenag Sultra batasi durasi ceramah 15 menit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar