Gojek tingkatkan fasilitas keamanan untuk perempuan

Gojek tingkatkan fasilitas keamanan untuk perempuan

Josefhine Chitra, Senior Manager Public Affairs Gojek (kiri atas), Dwi Yuliati-Faiz, Head of Program UN Women (kiri bawah), dan Sopiatun Nurjanah, Incident Response Team Agent Gojek (kanan bawah) dalam kegiatan diskusi media seputar inisiatif Perempuan #AmanBersamaGojek yang diadakan pada Kamis (4/3/2021). (ANTARA/Gojek)

Jakarta (ANTARA) - Memperingati Hari Perempuan Internasional, layanan ojek daring Indonesia Gojek meningkatkan dan mempertegas komitmen keamanannya dengan menghadirkan standar keamanan tertinggi di industri untuk melindungi pelanggan dan mitra driver khususnya bagi wanita.

"Bagi Gojek, keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama di dalam ekosistem kami, termasuk pengguna dan driver perempuan. Sejak awal beroperasi kami telah mempelopori inisiatif untuk meningkatkan standar keamanan layanan transportasi," kata Senior Manager Public Affairs Gojek Josefhine Chitra, melalui keterangannya, Kamis.

Josefhine mengatakan, pihaknya terus meningkatkan standar dan kemampuan Tim Unit Darurat Gojek dalam menangani laporan terkait kekerasan seksual, lewat pelatihan yang dijalankan secara berkala (refresher training).

Tahun ini, pelatihan diberikan oleh UN Women (Entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan) kepada Tim Unit Darurat yang bertugas menerima laporan, untuk menerapkan prinsip fundamental dalam menangani pelapor.

Prinsip tersebut mencakup menciptakan rasa aman melalui empati, penerimaan, dan kepedulian, tidak menyalahkan korban, tidak menghakimi, membangun hubungan yang setara, menghargai latar belakang yang berbeda, dan memberdayakan korban melalui pemberian informasi yang berguna.

Gojek juga menambah Zona Aman yang berada di lokasi strategis, dekat keramaian, dan berada di hub transportasi publik, serta menyediakan fasilitas penerangan yang memadai, kursi tunggu, dan materi edukasi publik yang mensosialisasikan ruang publik aman bagi perempuan.

Head of Program UN Women Dwi Yuliati-Faiz menambahkan, pelatihan yang UN Women fasilitasi untuk Tim Unit Darurat Gojek menekankan pentingnya aspek pembentukan budaya serta pengetahuan dari pihak-pihak yang secara langsung berperan membantu korban kekerasan seksual.

Hal mendasar tersebut akan sangat menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam proses penanganan. Sehingga, Tim Unit Darurat Gojek dapat menjadi bagian dari solusi yang mampu membantu korban.

Pelatihan untuk Tim Unit Darurat dan penambahan Zona Aman ini merupakan bagian dari pilar Proteksi di bawah inisiatif #AmanBersamaGojek, dan melengkapi dua pilar lainnya yaitu Teknologi dan Edukasi.

Pada pilar Teknologi, Gojek SHIELD yang didukung dengan teknologi yang memanfaatkan AI ini hadir memberikan perlindungan bagi pengguna.

Fitur tersebut diantaranya verifikasi muka dan identitas driver, penyamaran nomor telepon - baik pelanggan maupun driver, fitur bagikan perjalanan, serta tombol darurat yang terhubung dengan Customer Care dan Tim Unit Darurat yang siaga 24/7 dan mengadopsi perspektif korban.

Di pilar Edukasi, Gojek aktif mengkampanyekan gerakan untuk menjadi active bystander, termasuk dengan mengedukasi mitra driver-nya.



Baca juga: Gojek juara pertama di UN Women 2020 Asia-Pacific WEP

Baca juga: Menteri PPPA: Teknologi informasi penting bagi wirausaha perempuan

Baca juga: Gojek kerja sama dengan UN Women, dorong pemberdayaan ekonomi wanita

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Banjarbaru ajak pelaku UMKM tingkatkan penjualan melalui media digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar