Wayan: Tidak ada Partai Demokrat tanpa SBY

Wayan: Tidak ada Partai Demokrat tanpa SBY

ARSIP FOTO: Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo menyampaikan pidato saat acara Deklarasi Angkatan Muda Demokrat di Jakarta, Jumat (28/2/2015). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Arsip Foto/wsj.

Jakarta (ANTARA) -
Salah satu pendiri Partai Demokrat Wayan Sugiana menyatakan Partai Demokrat tidak akan pernah ada jika tanpa sosok ketokohan Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Wayan Sugiana dalam keterangan pers diterima, di Jakarta, Kamis, mengatakan tidak ada PD tanpa SBY ini dikemukakan sejumlah pendiri dan deklarator menanggapi tuduhan bahwa SBY tidak berkeringat dalam mendirikan Partai Demokrat.
 
“Saya mau membantu pendirian Partai Demokrat tahun 2001 ya karena ada tokoh. Tokoh itu ya pak SBY, kalau bukan karena pak SBY, tidak ada PD. Saya tidak akan ada di situ.” kata Wayan.
 
Wayan selain pendiri juga ditunjuk sebagai salah satu Wasekjen dalam kepengurusan periode pertama. Dia yang benar-benar berkeringat memenuhi persyaratan administrasi untuk verifikasi parpol agar PD bisa mengikuti pemilu 2004.
 
Waktu itu, kata dia Undang-undang Pemilu mensyaratkan verifikasi fisik di seluruh DPD provinsi dan sebagian besar DPC kabupaten kota.
 
“Saya harus bekerja keras meyakinkan orang-orang untuk mau bergabung dengan PD dan harus saya akui faktor utama yang bisa meyakinkan mereka adalah keberadaan pak SBY. Tidak ada PD, tanpa Pak SBY," katanya.

Baca juga: Marzuki Alie melaporkan AHY terkait pencemaran nama baik dan fitnah
 
Wayan menambahkan Semula pihaknya merancang lambang Partai Demokrat berbentuk segi empat, tapi pak SBY bersikeras menggunakan lambang segitiga dengan warna yang seperti sekarang.
 
"Walaupun pada saat itu warna-warna itu sulit direproduksi. Pak SBY meyakinkan kami untuk memakai lambang tersebut," ucapnya.
 
Tokoh pendiri lainnya, Steven Rumangkang mengatakan dirinya masih mengingat, almarhum Vence Rumangkang yang mengatakan bahwa nama Partai Demokrat berasal dari SBY dalam diskusi mereka di Cikeas Agustus 2001.
 
Steven Rumangkang, merupakan putra mendiang Vence Rumangkang, tokoh penting yang membidani lahirnya partai Demokrat.
 
“Mendiang papa kemudian menyiapkan segala persyaratan administratif untuk memenuhi pendirian partai di kantornya, sementara pak SBY membuat logo, bendera dan mars Partai Demokrat,” kata Steven.

Baca juga: Politisi: Tak mungkin Ridwan Kamil terseret polemik Partai Demokrat
 
Sebagai pendiri nomor 99, Steven kini memimpin forum komunikasi pendiri dan deklarator Partai Demokrat.
 
“Saya tahu pasti bahwa partai Demokrat pada dasarnya dilahirkan oleh pak SBY dan mendiang Vence Rumangkang,” kata Ifan Pioh, salah satu pendiri PD lainnya yang juga sekretaris pribadi mendiang Vence Rumangkang.
 
Syarat mendirikan partai sebenarnyan kata Ifan cukup akta pendiriannya ditandatangani 50 orang saja.
 
“Tapi, untuk menghormati pak SBY, maka dijadikan 99, menandakan 9 September, hari ulang tahun pak SBY, sekaligus hari ulang tahun Demokrat," kata dia
 
Dia melanjutkan, dari 99 orang ini, 53 memberikan kuasa, 46 sisanya hadir di kantor notaris. Jadi menurut Ifan gagasan dasar, nama, lambang dan mars Partai Demokrat semuanya berasal dari SBY.
 
“Jadi tidak mungkin ada PD tanpa pak SBY," ujarnya.

Baca juga: DPD Partai Demokrat Jawa Barat tegas tak restui KLB

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkumham tolak hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar