BPKP siapkan Pusdiklatwas jadi tempat isolasi COVID-19

BPKP siapkan Pusdiklatwas jadi tempat isolasi COVID-19

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh ketika penandatanganan kerja sama BPKP dengan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat soal memfungsikan Pusdiklatwas BPKP sebagai pusat isolasi pasien COVID-19. (ANTARA/HO/Humas BPKP)

Ini komitmen BPKP untuk hadir dan bermanfaat kepada masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyiapkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) lembaga ini untuk dijadikan pusat isolasi pasien COVID-19.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, di Jakarta, Kamis, mengatakan BPKP bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat memfungsikan Pusdiklatwas tersebut sebagai pusat isolasi pasien COVID-19.

Asrama Pusdiklatwas BPKP beserta dengan fasilitas pendukungnya, kata dia, dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan tempat isolasi mandiri secara aman dan nyaman.

“Ini komitmen BPKP untuk hadir dan bermanfaat kepada masyarakat, saya juga sudah instruksikan kepada seluruh perwakilan di 34 provinsi untuk bisa memanfaatkan sarana dan prasarana dalam upaya percepatan penanganan penanggulangan COVID-19,” kata dia.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, perjanjian kerja sama kedua belah pihak merupakan wujud sinergi dan komitmen antara pemerintah pusat melalui BPKP dan pemerintah daerah lewat Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

Menurutnya, Pusat Isolasi Pasien COVID-19 di Pusdiklatwas milik BPKP sangat layak dan ideal sebagai tempat isolasi, karena sudah memiliki sarana dan prasarana memadai.

Karena itu, Pemerintah Kota Bogor memberikan apresiasi pada BPKP yang telah berpartisipasi dan berkontribusi untuk penanganan pasien COVID-19 di wilayah Bogor.

"Nantinya Asrama Pusdiklatwas BPKP akan diprioritaskan untuk pasien yang tanpa gejala dan tempat ini sudah dapat difungsikan dalam waktu dekat," katanya pula.

Bima Arya menambahkan, meskipun tingkat keterisian rumah sakit di Bogor terus menurun, akan tetapi Pemkot Bogor masih terus mengantisipasi apabila kembali terjadi lonjakan pasien COVID-19.

“Terima kasih BPKP dan jajarannya dengan sangat sigap telah memfasilitasi semua, kita harus siap-siap, kita tidak pernah tahu ada lonjakan atau tidak, sehingga harus ada rumah sakit atau pun fasilitas isolasi,” ujarnya lagi.
Baca juga: Indikator COVID-19 membaik, Kota Bogor hentikan sementara ganjil/genap
Baca juga: Kasus COVID-19 di Kota Bogor capai 12.131, lampaui perkiraan


Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BPKP siap sinergi dengan Pemda rencanakan anggaran pembangunan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar