Kemarin, target pertumbuhan ekonomi sampai Mandiri turunkan suku bunga

Kemarin, target pertumbuhan ekonomi sampai Mandiri turunkan suku bunga

Pekerja memasang pagar pembatas dalam proyek Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/3/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Kamis (4/3) mulai dari Presiden sebut Target pertumbuhan ekonomi 5 persen di 2021 harus tercapai hingga Bank Mandiri turunkan suku bunga kredit bantu pemulihan ekonomi.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca kembali.

1.Presiden : Target pertumbuhan ekonomi 5 persen di 2021 harus tercapai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 di kisaran 5 persen harus tercapai.

Berita selengkapnya klik di sini

2. ADB yakin ekonomi Indonesia akan pulih tapi tidak 'v shape recovery'

Vice President Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono meyakini perekonomian Indonesia akan pulih seperti dialami perekonomian berbagai negara, meskipun tidak akan berlangsung cepat dalam membentuk huruf V atau V shape recovery.

Berita selengkapnya klik di sini

3. Survei menunjukkan pembayaran tanpa sentuh meningkat selama pandemi

Survei UOB menunjukkan penggunaan metode pembayaran tanpa sentuh oleh konsumen Indonesia untuk bertransaksi meningkat selama pandemi COVID-19 dibandingkan dengan metode pembayaran tunai.

Berita selengkapnya klik di sini

4. Presiden: Perdagangan digital yang membunuh UMKM harus diperingatkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan perdagangan digital di Tanah Air harus diarahkan untuk selalu memberdayakan dan mendorong kinerja UMKM, sekaligus mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas.

Berita selengkapnya klik di sini

5. Bank Mandiri turunkan suku bunga kredit bantu pemulihan ekonomi

Bank Mandiri memutuskan untuk menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) bagi seluruh segmen dengan kisaran 25-250 bps guna membantu upaya pemulihan ekonomi nasional.

Berita selengkapnya klik di sini

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemarin HS Dillon meninggal di Bali akibat sakit jantung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar