Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus disertai hilirisasi perikanan

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus disertai hilirisasi perikanan

Ilustrasi - Aktivitas Gemarikan atau gemar makan ikan, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi beragam ikan dan hasil laut dengan memperkenalkan berbagai produk sektor kelautan dan perikanan nasional. ANTARA/HO-KKP

Langkah (Gemarikan) ini harus dibarengi dengan hilirisasi di sektor perikanan tangkap
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim mengingatkan Program Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus disertai dengan langkah untuk melesatkan hilirisasi sektor perikanan nasional.

"Langkah (Gemarikan) ini harus dibarengi dengan hilirisasi di sektor perikanan tangkap," kata Abdul Halim di Jakarta, Jumat.

Sejumlah langkah untuk melakukan hilirisasi tersebut antara lain betul-betul memastikan semua ikan yang ditangkap nelayan memiliki kemudahan akses kepada konsumen.

Hal itu, ujar dia, dinilai merupakan hal penting agar setiap pelaku dalam rantai nilai sektor perikanan juga dapat memperoleh peningkatan porsi kesejahteraan yang memadai bagi mereka dan anggota keluarganya.

Apalagi, lanjutnya, masih banyak kalangan pemangku kepentingan sektor perikanan yang perlu untuk lebih betul-betul diperhatikan seperti nelayan kecil/tradisional dan perempuan nelayan.

Baca juga: Kemenko Maritim dan Investasi luncurkan Sahabat Gemarikan.id

Sebelumnya KKP menggelar acara Safari Gerakan Memasyaratkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional yang dinilai bermanfaat antara lain guna mengurangi stunting.

"Sasaran kita 56 ribu orang yang terdiri kelompok target penanganan stunting yaitu ibu hamil atau menyusui, anak balita dan remaja putri usia produktif, dan masyarakat rawan gizi lainnya," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti.

Ia memaparkan kegiatan yang bermitra dengan Komisi IV DPR RI itu adalah berupa program edukasi dan pembagian paket ikan beserta olahannya ini akan menyasar 112 kabupaten/kota yang tersebar 21 provinsi di Indonesia dan berlangsung mulai Maret hingga Juli 2021.

Artati mengungkapkan ikan menjadi salah satu sumber asupan pangan kaya protein dan Omega 3. Untuk itu, ujar dia, konsumsi ikan sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting.

Selain itu ia menyebut Safari Gemarikan di daerah menjadi langkah pemerintah untuk mengedukasi sekaligus meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional.

Baca juga: KKP gelar safari untuk tingkatkan konsumsi ikan nasional

Baca juga: KKP targetkan konsumsi ikan capai 62 kilogram/kapita pada 2024

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menteri KP targetkan 57 Permen turunan UU Ciptaker tuntas Maret

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar