IHSG akhir pekan ditutup di zona merah, tertekan ekspektasi ekonomi AS

IHSG akhir pekan ditutup di zona merah, tertekan ekspektasi ekonomi AS

Ilustrasi - Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

Data terbaru terkait cadangan devisa per akhir Februari 2021 juga tampaknya turut menopang IHSG dari potensi pelemahan atau koreksi lebih dalam
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ditutup di zona merah seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup melemah 32,05 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.258,75. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 7,11 poin atau 0,75 persen ke posisi 941,36.

"Pelemahan hari ini selain faktor teknikal, sentimen eksternal cukup dominan," kata Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Komentar Powell mengecewakan, saham AS jatuh, Nasdaq anjlok 274 poin

Secara teknikal, lanjut Valdy, terbentuk pola evening star seiring dengan pelemahan Kamis (4/3) lalu. Pelemahan kemarin juga mendorong terbentuknya sinyal death cross pada indikator Stochastic RSI dan MACD.

Dari eksternal, penguatan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kembali membayangi pergerakan IHSG. Penguatan tersebut salah satunya dipicu oleh spekulasi kenaikan inflasi seiring dengan pemulihan ekonomi AS, menyusul rilis data klaim tunjangan pengangguran awal, dan tingkat pesanan pabrik terbaru yang melampaui ekspektasi.

"Data terbaru terkait cadangan devisa per akhir Februari 2021 juga tampaknya turut menopang IHSG dari potensi pelemahan atau koreksi lebih dalam," ujar Valdy.

Baca juga: BI: Cadangan devisa Februari 2021 naik, capai 138,8 miliar dolar AS

Cadangan devisa naik dari 138 miliar dolar AS per akhir Januari 2021 ke 138,8 miliar pada Februari 2021. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Dibuka melemah, IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah sepanjang perdagangan saham hingga akhirnya ditutup turun.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 2,02 persen, diikuti sektor energi dan sektor infrastruktur masing-masing minus 2,01 persen dan minus 1,58 persen.

Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan masing-masing sebesar 1,01 persen dan 0,33 persen.

Baca juga: IHSG Jumat dibuka melemah 27,76 poin

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp956,86 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.394.775 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,29 miliar lembar saham senilai Rp16,67 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 306 saham menurun, dan 133 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 65,79 poin atau 0,23 persen ke 28.864,32, Indeks Hang Seng turun 138,5 poin atau 0,47 persen ke 29.098,29, dan Indeks Straits Times meningkat 3,78 atau 0,13 persen poin ke 3.011.

Baca juga: Saham Hong Kong melemah menyusul aksi jual obligasi dan saham AS

Baca juga: Saham Tokyo berakhir bervariasi, Indeks Nikkei turun 0,23 persen



 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PSBB Jawa-Bali, Airlangga : IHSG positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar