Pulihkan ekonomi, empat PTN Jabar akan gelar festival ekonomi kreatif

Pulihkan ekonomi, empat PTN Jabar akan gelar festival ekonomi kreatif

Sejumlah ikatan alumni PTN di Jawa Barat luncurkan gelaran JaFest 2021 di Gedung Sate, Kota Badung, Jawa Barat, Minggu (7/3/2021). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/pri.

Festival itu rencananya digelar pada 20 Maret hingga 24 Maret 2021 di sejumlah daerah yakni di Bandung, Garut, Cirebon, dan Depok.
Bandung (ANTARA) - Empat organisasi ikatan alumni dari perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Barat berupaya membantu memulihkan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 dengan menggelar festival budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata bertajuk Jabar Culture and Tourism (JaFest) 2021.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kolaborasi empat PTN itu memang sesuai dengan  harapannya yang ingin menjadikan pariwisata sebagai garda terdepan pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

"Melalui inovasi dan kolaborasi, pariwisata dan budaya sebagai keunggulan identitas Jawa Barat akan terus kita dukung," kata Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Baca juga: ASUKA Foods selenggarakan "WAGYU & MAGURO FESTIVAL 2021"

Empat organisasi ikatan alumni itu terdiri dari Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai inisiator, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB).

Festival itu rencananya digelar pada 20 Maret hingga 24 Maret 2021 di sejumlah daerah yakni di Bandung, Garut, Cirebon, dan Depok.

Sementara itu, Ketua IKA Unpad Irawati Hermawan mengatakan seluruh rangkaian acara itu mayoritas diisi secara virtual guna menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Tingkatkan wisatawan, Aceh gelar Festival Kopi Kutaraja

Namun dalam seluruh rangkaian festival itu, ratusan pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) pun turut dilibatkan guna memperbanyak transaksi ekonomi.

"Kami sudah mengurasi sekitar 500 pelaku ekonomi kreatif, UMKM, Start Up, nantinya yang akan kita tampilkan secara digital dalam digital platform. Kami berharap ada transaksi ekonomi Rp5 miliar hingga Rp10 miliar sepanjang acara berlangsung,” kata Irawati.

Dia menjelaskan konsep acara itu mulai dari peninjauan desa wisata, hingga ada kegiatan dialog peradaban. Selain itu, festival itu juga diisi dengan pengenalan sejumlah permainan tradisional yang kini perlahan sudah terlupakan.

Dengan begitu, festival tersebut diharapkan bisa memperkuat ekonomi sekaligus mempertahankan kelestarian budaya yang ada di Jawa Barat. Festival virtual itu pun bakal dihadiri oleh perwakilan dari mancanegara.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kodim 0103 Aceh Utara panen jagung perdana di lahan demplot

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar