OJK Riau: Vaksinasi akan kembali geliatkan ekonomi daerah

OJK Riau: Vaksinasi akan kembali geliatkan ekonomi daerah

Ilustrasi - Petugas kesehatan memasukan vaksin COVID-19 ke jarum untuk disuntikkan kepada pedagang pasar tradisional cinde di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (3/3/2021). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

Keterpurukan ekonomi kita disebabkan oleh pandemi. Saya meyakini, jika ini diseriusi (vaksinasi) akan menggeliatkan kembali perekonomian Indonesia, khususnya daerah (Riau).
Pekanbaru (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau memprediksi vaksinasi yang telah berlangsung akan mampu menekan dampak COVID-19 di sektor perekonomian daerah ini

Kepala OJK Riau Yusri dalam keterangannya di Pekanbaru, Minggu, mengatakan upaya vaksinasi COVID-19 yang dilakukan pemerintah daerah memberikan keyakinan bagi publik terhadap kondisi ekonomi untuk bergerak pulih.

"Keterpurukan ekonomi kita disebabkan oleh pandemi. Saya meyakini, jika ini diseriusi (vaksinasi) akan menggeliatkan kembali perekonomian Indonesia, khususnya daerah (Riau)," kata Yusri.

Baca juga: Menko Airlangga optimis ekonomi RI tumbuh capai 5,3 persen tahun ini

Sebelumnya, pada 1 Maret lalu, separuh pegawai OJK juga berpartisipasi dalam vaksinasi COVID-19 yang dilakukan pemerintah setempat.

Yusri menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau agar pegawai OJK yang belum divaksin agar segera divaksin.

"Belum semua, kemarin hanya 25 orang karena keterbatasan. Kami  tetap akan koordinasi dengan Dinkes, mudah-mudahan dalam waktu yang tak terlalu lama yang lain bisa divaksin," tukasnya.

Baca juga: 1.130.524 warga Indonesia telah peroleh dosis lengkap vaksin

Sementara itu, perekonomian Kota Pekanbaru  mulai bangkit dan menggeliat. Hal ini dibuktikan dengan mulai naiknya realisasi penerimaan pajak restoran setempat dari rata-rata Rp2,2 miliar per bulan tahun 2020 menjadi Rp7 miliar tahun 2021.

"Contohnya saja untuk pajak restoran sekitar Rp7 miliar per bulan saat ini," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin belum lama ini.

Dikatakan Zulhelmi, saat normal sebelum pandemi COVID-19, penerimaan pajak restoran mencapai Rp11 miliar lebih per bulan.

"Ketika pandemi COVID-19, penerimaan anjlok menjadi Rp 2,2 miliar per bulan. Sekarang 
​​​​mulai naik lagi," katanya.

Sementara itu Pengamat Ekonomi Universitas Riau (Unri) Dahlan Tampubolon mengatakan sejak awal tahun bisnis kuliner ternyata perlahan mulai menggeliat dan normal, terutama melalui daring atau pelayanan drive thru.

Kawasan pusat jajanan di sekitar Jalan Sumatera dan Jalan Arifin Achmad terpantau sudah mulai bangkit dan bergairah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

"Lot parkir di rumah makan/kafe atau restoran di tiap sudut kota Pekanbaru mulai penuh walaupun masih menjalankan pembatasan jarak antarpengunjung," kata Dahlan.

Pewarta: Vera Lusiana
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bantuan sosial, OJK Jember serahkan telepon genggam untuk pelajar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar