BOPLBF manfaatkan Gernas BBI untuk kampanye Bangga Buatan Floratama

BOPLBF manfaatkan Gernas BBI untuk kampanye Bangga Buatan Floratama

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kiri) didampingi Ketua Dekranasda NTT Julie Laiskodat meninjau para penenun yang sedang menenun di Kantor Dekranasda NTT, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, NTT, Jumat (23/10/2020). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Kami yakin dan percaya bahwa menggerakkan UMKM melalui digitalisasi di masa pandemi COVID-19 ini adalah salah satu cara untuk terhubung ke pasar yang lebih luas
Kupang (ANTARA) - Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menyatakan akan memanfaatkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Labuan Bajo pada Juni mendatang untuk mengkampanyekan Bangga Buatan Floratama.

"Kami yakin dan percaya bahwa menggerakkan UMKM melalui digitalisasi di masa pandemi COVID-19 ini adalah salah satu cara untuk terhubung ke pasar yang lebih luas," kata Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Senin.

Shana menjelaskan bahwa Bangga Buatan Floratama akan menjadi bagian dari Gernas BBI di Labuan Bajo nanti untuk meningkatkan kualitas produk serta mendorong lebih banyak produk lokal yang digunakan tidak hanya di Labuan Bajo, tetapi juga produk lokal tersebut bisa tembus pasar nasional bahkan internasional.

Floratama sendiri adalah singkatan dari Flores, Alor, Lembata dan Bima dimana Labuan Bajo yang merupakan salah satu Kota di Floratama yang telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas dan super premium oleh Presiden Joko Widodo.

Shana menjelaskan untuk bisa mensukseskan kampanye Bangga Buatan Floratama dan Gernas BBI itu pihaknya saat ini sedang mempersiapkan diri untuk berkolaborasi dengan pihak penyelenggaran Gernas BBI sehingga seluruh UMKM binaan bisa ikut mengkampanyekan beli produk lokal.

"Kita berkolaborasi dengan penyelenggara sehingga seluruh UMKM binaan yang pernah diinkubasi oleh berbagai program lintas K/L agar dapat ikut program ini dan sama-sama mengampanyekan beli produk lokal," tambah dia.

Sampai dengan saat ini, ujar Shana, ada lebih dri 60 UMKM ekraf dan pendukung ekosistem parekraf yang secara konsisten belajar dan berkolaborasi untuk menyediakan produk/jasa berkualitas di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Shana juga menambahkan bahwa saat ini BOPLBF juga sedang melakukan pendataan untuk program pendampingan dan kolaborasi tematik dalam rangka pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan produk-produk lokal yang berkualitas.

Shana menambahkan bahwa dengan bergabung bersama komunitas Floratama maka pelaku UMKM akan terhubung dengan jejaring mitra lintas sektor komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif nasional yang bersama-sama memiliki misi untuk memajukan usaha - usaha berkelas yang mampu menghasilkan keuntungan dan berdampak positif kepada lingkungan, sosial, dan ekonomi.

"Semakin banyak yang bergabung tentu ini akan semakin baik untuk UMKM kita, khususnya untuk kampanye Bangga Buatan Indonesia, khususnya Bangga Buatan Floratama," ujar dia.

#GernasBBI

Baca juga: Dukung Gernas BBI, BI Papua dorong pengembangan noken anggrek

Baca juga: Mendag Lutfi: Merek lokal akan jadi primadona di mal-mal Indonesia

Baca juga: Presiden: Kembangkan pasar produk nasional dengan Gernas BBI

Baca juga: Bank Indonesia optimalkan 46 kantor perwakilan promosikan produk UMKM

 

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Produk unggulan artisan Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar