BPPT tekankan kebaruan dan perkuat kemampuan akuisisi teknologi

BPPT tekankan kebaruan dan perkuat kemampuan akuisisi teknologi

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dalam Rakornas BNPB di Jakarta, Kamis (4/3/2021). (Antara/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menekankan aspek kebaruan dalam menghasilkan produk teknologi atau inovasi dan memperkuat kemampuan akuisisi teknologi untuk menjadi lembaga akuisisi teknologi maju seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.

"Inovasi itu sendiri adalah kita memiliki kebaruan apakah lebih cepat, lebih ekonomis dan mampu diproduksi secara efisien, menggerakkan kita dari ekonomi berbasis efisiensi menjadi ekonomi berbasis inovasi," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BPPT 2021, Jakarta, Senin.

Hammam menuturkan penguatan kemampuan akuisisi teknologi maju akan mendorong untuk memiliki kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Baca juga: Presiden Jokowi minta BPPT terus berburu inovasi dan teknologi

Sebagai contoh, pada saat ini, BPPT sedang mengembangkan drone untuk pengawasan seluruh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka untuk mengejar teknologi itu, BPPT mengakuisisi teknologi yang sudah dikuasai oleh negara lain dan melakukan reverse engineering, namun tidak sekadar mengambil lisensi tetapi juga mampu mengembangkannya dengan lebih baik melalui proses-proses yang tertata rapi di dalam upaya mengejar hasil inovasi tersebut.

Menurut Hammam, menjadi pusat kecerdasan artifisial Indonesia memang harus menjadi garda depan dalam mengupayakan teknologi cerdas di dalam berbagai sektor.

"Jadi kalau smart technology didukung oleh smart sumber daya manusianya yang memang kita sudah dilatih dan didik untuk itu kami mengharapkan orkestrasi litbangjirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan) itu justru akan sangat berperan di dalam upaya kita membangun keseluruhan teknologi cerdas bagi Indonesia," kata Hammam

Baca juga: Presiden Jokowi: BPPT harus jadi lembaga akuisisi teknologi maju

Selain teknologi cerdas, orkestrasi litbangjirap juga diarahkan untuk menciptakan teknologi yang tepat guna, teknologi yang memberikan peningkatan nilai tambah, dan teknologi yang mampu mengatasi impor.

Di samping itu, kegiatan litbangjirap juga didorong untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri bukan sekedar hanya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) tapi mampu menguasai dan menjamin keberhasilan penerapannya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta BPPT dapat melakukan akuisisi teknologi maju demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari manapun," ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan BPPT harus menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia.

Baca juga: Presiden: BPPT harus jadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia
Baca juga: BPPT akan pasang 13 buoy atau pendeteksi tsunami pada 2020-2024
Baca juga: Ini empat teknologi pendukung mitigasi gempa-tsunami dalam INATEWS

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BPPT haruslah menjadi pusat kecerdasan teknologi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar