Wall Street ditutup beragam, Nasdaq tergelincir 310,99 poin

Wall Street ditutup beragam, Nasdaq tergelincir 310,99 poin

Dokumentasi - Suasana perdagangan di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/am.

Saham-saham yang akan berkinerja baik setelah orang mulai bepergian dan makan di luar lagi telah mendorong harga-harganya lebih tinggi
New York (ANTARA) - Harga saham di bursa Wall Street beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), saat saham-saham terkait teknologi dilanda aksi jual yang mendorong Nasdaq ke dalam koreksi dan mengimbangi kenaikan saham-saham di tengah harapan rancangan undang-undang bantuan COVID-19 senilai 1,9 triliun dolar AS akan memacu pemulihan ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 306,14 poin atau 0,97 persen, menjadi ditutup di 31.802,44 poin. Indeks S&P 500 berkurang 20,59 poin atau 0,54 persen, menjadi berakhir di 3.821,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 310,99 poin atau 2,41 persen, menjadi menetap di 12.609,16 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona hijau, dengan sektor utilitas terangkat 1,39 persen, melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor teknologi dan komunikasi masing-masing kehilangan 2,46 persen dan 1,46 persen, merupakan dua kelompok dengan kinerja terburuk.

Dow mencapai rekor tertinggi intra-day tetapi saham teknologi besar yang telah mengangkat Wall Street mencapai puncak berturut-turut selama setahun terakhir jatuh, dengan Nasdaq ditutup merosot 2,41 persen. Nasdaq sekarang turun 10,6 persen dari rekor penutupan12 Februari, atau penurunan lebih dari 10 persen yang dianggap pasar sebagai koreksi.

Saham yang terkait dengan keuangan, restoran, dan perjalanan naik karena ekspektasi bahwa sektor-sektor tersebut akan berkinerja baik ketika ekonomi dibuka kembali, tetapi mereka tidak dapat mengimbangi bobot saham teknologi yang lebih besar yang mendominasi pasar saham AS.

Setelah RUU stimulus memperoleh persetujuan Senat AS pada Sabtu (6/3/2021), Presiden Joe Biden mengatakan dia mengharapkan pengesahan yang cepat oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat sehingga dia dapat menandatanganinya dan mengirim bantuan tunai langsung 1.400 dolar kepada warga Amerika.

Tetapi, prospek pengeluaran pemerintah yang lebih banyak dan pertumbuhan ekonomi telah memicu kekhawatiran lonjakan inflasi, mengirim imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun yang dijadikan acuan mendekati level tertinggi satu tahun dan membebani saham teknologi yang mengandalkan pendanaan murah untuk pertumbuhan.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Senin (8/3/2021) bahwa paket tersebut akan memicu pemulihan AS yang "sangat kuat" dan dia tidak memperkirakan ekonomi berjalan terlalu panas karena peningkatan pengeluaran.

Ketika imbal hasil obligasi telah bergerak naik, kekhawatiran tentang penilaian ekuitas untuk saham berorientasi pertumbuhan dan saham teknologi secara khusus telah membebani Nasdaq tanpa henti selama tiga minggu terakhir, kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.

Saham-saham yang akan berkinerja baik setelah orang mulai bepergian dan makan di luar lagi telah mendorong harga-harganya lebih tinggi, kata James.

"Orang-orang telah merealokasi aset ke sektor-sektor itu. Itu berasal dari teknologi untuk mendanai pembelian itu," katanya.

Sektor keuangan adalah pendorong terbesar dalam S&P 500, mencapai rekor karena suku bunga pasar yang lebih tinggi dan kurva imbal hasil yang lebih curam membantu bank. Industri berada tepat di belakang, juga mencapai rekor tertinggi, sementara sektor material mendekati puncak sepanjang masa. Sektor teknologi berada di titik merah terdalam.

Penurunan baru-baru ini di saham teknologi besar berlanjut, dengan Apple Inc, Nvidia Corp, Tesla Inc dan Alphabet Inc Google memimpin penurunan saham di Nasdaq.

Saham teknologi sangat sensitif terhadap kenaikan imbal hasil karena nilainya sangat bergantung pada laba di masa depan, yang didiskon lebih dalam saat pengembalian obligasi naik. Perbedaan antara saham teknologi dan non-teknologi menjelaskan perdagangan hari ini, kata Joe Saluzzi, mitra dan salah satu pendiri Themis Trading di Chatham, New Jersey.

"Paket stimulus pasti akan membantu nama-nama yang lebih besar," kata Saluzzi, mengacu pada saham nonteknologi. "Saham-saham yang terkait dengan pergi keluar dan tidak tinggal di rumah sekarang lebih baik," katanya, dikutip dari Reuters.

Bank menambahkan sekitar 2,0 persen saat imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun berdiri di dekat tertinggi 13-bulan, sementara maskapai penerbangan melonjak sekitar 5,0 persen.

Walt Disney Co melonjak sekitar 6,0 persen ketika pejabat kesehatan California menetapkan aturan baru yang akan memungkinkan Disneyland dan taman hiburan lainnya, stadion, dan tempat hiburan luar ruangan dibuka kembali paling cepat 1 April.

GameStop Corp melonjak sekitar 42 persen setelah perusahaan mengatakan telah menunjuk pemegang saham Ryan Cohen untuk memimpin transisi ke bisnis e-commerce.

Baca juga: Dolar tertinggi 3,5 bulan, terangkat kenaikan imbal hasil obligasi
Baca juga: Minyak turun, abaikan serangan ke Saudi setelah naik di atas 70 dolar

Baca juga: Wall Street berakhir "rebound", Indeks Dow Jones melonjak 572,16 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bank Indonesia waspadai kenaikan imbal hasil obligasi AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar