Permatabank yakin cetak kinerja positif pada 2021

Permatabank yakin cetak kinerja positif pada 2021

Ilustrasi - Produk Permata Shopping Card dari Permatabank. ANTARA/HO

Walaupun dihadapi dengan kondisi perekonomian yang penuh tantangan, kami dapat menyelesaikan proses akuisisi dengan Bangkok Bank
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PermataBank Ridha DM Wirakusumah meyakini perseroan mencetak kinerja positif pada 2021 usai melewati tahun lalu yang tak mudah akibat pandemi COVID-19.

"Kami optimistis menyambut tahun 2021 dengan kinerja yang positif di 2020 serta status PermataBank yang telah menjadi bank BUKU IV," ujar Ridha melalui keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ridha menuturkan perseroan mempertahankan kinerja keuangan yang solid di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi dan ketidakpastian ekonomi global.

PermataBank menyelesaikan proses integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia (BBI) dalam waktu yang singkat pada 21 Desember 2020. Keberhasilan itu telah menghantarkan PermataBank menjadi salah satu Bank Buku IV berdasarkan surat konfirmasi dari Otoritas Jasa Keuangan pada 20 Januari 2021 dengan membukukan total modal Rp43 triliun dan rasio kecukupan modal (CAR) meningkat secara signifikan menjadi 35,7 persen.

"Kami sangat bersyukur bahwa PermataBank dapat mencetak beberapa tonggak sejarah baru serta menutup tahun 2020 dengan hasil yang memuaskan. Walaupun dihadapi dengan kondisi perekonomian yang penuh tantangan, kami dapat menyelesaikan proses akuisisi dengan Bangkok Bank," kata Ridha.

Baca juga: PermataBank dan Bangkok Bank Indonesia resmi bersatu

Pada akhir tahun, lanjutnya, jumlah nasabah mencapai hampir empat juta yang tersebar di 62 kota dengan 300 cabang, empat di antaranya direnovasi menjadi model cabang yang terdigitalisasi.

"Permodalan dan likuiditas kami terjaga kuat seiring dengan keberhasilan proses integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia yang berjalan lancar diakhiri dengan masuknya PermataBank ke jajaran Bank BUKU IV pada akhir Januari 2021," ujar Ridha.

PermataBank membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp3,8 triliun atau meningkat 23,7 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 14,2 persen dan pendapatan non-bunga sebesar 16,1 persen (yoy).

Pencapaian itu diikuti dengan perbaikan rasio marjin bunga bersih atau NIM menjadi 4,7 persen, meningkat dari 4,4 persen di periode yang sama tahun lalu sejalan dengan strategi bank dalam mengelola struktur likuiditas secara optimum.

Total penyaluran kredit perseroan tercatat sebesar Rp118 triliun, meningkat 9,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit itu didukung oleh pengalihan aset BBI melalui proses integrasi sebesar Rp17,3 triliun.

Likuiditas bank terjaga dengan baik dibuktikan dengan rasio likuiditas loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 79 persen pada Desember 2020 dan rasio CASA meningkat menjadi 51,2 persen meningkat 54 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Ridha Wirakusumah masih jabat Dirut Permata hingga 17 Maret
Baca juga: Bank Permata bidik pembiayaan sektor berkelanjutan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kunjungan di kawasan konservasi belum meningkat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar