Bank Mandiri dukung UMKM naik kelas melalui "Co-Working Space"

Bank Mandiri dukung UMKM naik kelas melalui "Co-Working Space"

Gibran Rakabuming Raka saat melihat produk pelaku UMKM di Kota Solo pada kegiatan pembukaan Co-Working Space Bank Mandiri. (ANTARA/Aris Wasita)

Dalam hal ini Bank Mandiri punya kewajiban ikut terlibat secara langsung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di negara kita, terutama dalam keadaan kondisi pandemi, sehingga betul-betul dibutuhkan upaya yang maksimal dalam pemulihan ekonomi nasional.
Solo (ANTARA) -
Bank Mandiri mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui program "Co-Working Space", yaitu program pelatihan usaha.

"Dalam hal ini Bank Mandiri punya kewajiban ikut terlibat secara langsung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di negara kita, terutama dalam keadaan kondisi pandemi, sehingga betul-betul dibutuhkan upaya yang maksimal dalam pemulihan ekonomi nasional," kata Regional CEO Bank Mandiri Wilayah Jawa Tengah dan DIY Dessy Wahyuni pada Pembukaan program Co-working space Bank Mandiri bagi pelaku UMKM di Solo, Selasa.

Ia mengatakan "Co-Working Space" merupakan event positif yang sangat besar manfaatnya karena pelaku usaha bisa belajar bersama pelaku perbankan dan tenaga ahli. Kegiatan tersebut bertujuan agar UMKM Surakarta bisa tumbuh menjadi UMKM yang unggul dan memberikan kontribusi baik untuk usaha sendiri maupun pembangunan masyarakat daerahnya.

"Bank Mandiri menyediakan sarana kemudahan serta teknologi bagi teman-teman untuk yang mau belajar, menambah kemampuan, ilmu untuk mengembangkan pemasaran bisnis ke depannya, termasuk transaksional secara digital," katanya.

Baca juga: Bank Mandiri terapkan e-retribusi di pasar tradisional Bali

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mempercepat ekonomi di Kota Solo.

"Kalau warganya sehat maka ekonominya juga akan kuat. Ini tadi saya lihat produknya memang jadi semua, saya juga yakin kalau rasanya juga enak-enak, namun ini perlu di-'upgrade' agar naik kelas," katanya.

Menurut dia, untuk bisa naik kelas maka pelatihan yang diikuti oleh pelaku UMKM tidak bisa hanya satu atau dua kali tetapi harus berkesinambungan.

"Dari A sampai Z, saya ingin produk pelaku usaha ini jadi, 'skill up', naik kelas. Yang sebelumnya hanya memproduksi 100 per hari ke depan bisa sampai puluhan ribu. Bank-bank lain juga membuat program serupa, harapannya anak muda tidak hanya jadi 'reseller' tetapi juga menguasai produksi," katanya.

Baca juga: Bank Mandiri dan KCI luncurkan kartu komuter Yogyakarta-Solo

Sementara itu, Vice President Bank Mandiri Area Solo Ony Suryono Widodo mengatakan pada kegiatan tersebut ada sebanyak 30 pertemuan yang diikuti oleh pelaku UMKM. Kali ini, ada 25 UMKM yang menjadi peserta.

"Untuk pelaksanaannya, ada tiga pertemuan setiap bulannya. Narasumber dari internal dan eksternal, untuk materi yang kami sampaikan seperti mengelola keuangan usaha, membuat laporan keuangan sederhana, marketing digital, market place, sosial media, website, bagaimana membuat agar sumber daya lebih bagus," katanya.

Selain itu, ke depan ia berharap agar pelaku UMKM yang ada di Solo bisa menjadikan Bank Mandiri sebagai perbankan untuk transaksi operasional.
 

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rangkul 'fintech', Bank Mandiri optimalkan layanan daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar