Liga Champions

Sevilla tinggalkan Liga Champions dengan kepala tegak

Sevilla tinggalkan Liga Champions dengan kepala tegak

Manajer Sevilla Julen Lopetegui (kiri) menghibur bek Diego Carlos selepas timnya disingkirkan Borussia Dortmund dari Liga Champions kendati main imbang dalam leg kedua 16 besar di Stadion Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, Selasa (9/3/2021). ANTARA/REUTERS/POOL/Ina Fassbender.

Jakarta (ANTARA) - Para pemain Sevilla meninggalkan Liga Champions musim ini kendati kiprah mereka harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah agregat 4-5 dari wakil Jerman Borussia Dortmund.

Bertandang ke Signal Iduna Park, Selasa waktu setempat (Rabu WIB), Sevilla bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menyamakan kedudukan 2-2, sayangnya kekalahan 2-3 di leg pertama menggagalkan upaya mereka mencapai perempat final.

Bagi sayap Sevilla, Lucas Ocampos, apa yang diperlihatkan ia dan rekannya di leg kedua tersebut memperlihatkan mereka punya kesempatan untuk terus berkembang sebagai sebuah tim.

"Kami pergi dengan kepala tegak," kata Ocampos dalam wawancara pascalaga bersama Sevilla TV dilansir laman resmi UEFA.

"Tentu tak mudah menerima kekalahan, tetapi permainan malam ini memperlihatkan kami punya peluang bagus untuk berkembang sebagai tim, sebagai klub bahkan di level personal para pemain," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Dwigol Halland mantapkan langkah Dortmund ke perempat final
Baca juga: Youssef En-Nesyri merasa Sevilla tersingkir karena kurang beruntung


Optimisme serupa disuarakan manajer Sevilla, Julen Lopetegui, yang menilai timnya tampil sepenuh hati dan berhak lolos, kendati pada akhirnya tidak ada hadiah yang diberi cuma-cuma.

"Kami berkesempatan lolos dan pantas untuk itu. Tim tampil optimal dalam segalanya, menyerang, bertahan bahkan soal mental," katanya.

"Sayangnya, saya pikir kami tidak mendapat hadiah itu. Padahal, kami superior atas Dortmund dalam tiga dari empat babak pertandingan ini," ujar Lopetegui menambahkan.

Lopetegui menyebut keyakinan tidak luntur dari para pemainnya baik ketika mereka tertinggal 0-1 bahkan 0-2 akibat penalti Erling Haaland.

Keyakinan itu pula yang mampu membuat Sevilla bangkit menyamakan kedudukan 2-2 di pengujung laga, walau itu tidak cukup untuk menghindarkan nasib tersingkir dari 16 besar.

"Kami sedih dan kecewa. Sejujurnya saya percaya kami tidak pantas mengalami ini. Kami ingin para suporter merayakan sesuatu, tetapi determinasi, karakter dan kebanggaan yang diperlihatkan tim bisa jadi bekal penting," kata Lopetegui.

"Saya pikir banyak tim akan menjadikan kami sebagai contoh karakter dan mentalitas bagus. Praktis kami tertinggal dua gol ketika Dortmund tak kami beri kesempatan melakukan tembakan. Itulah mengapa saya yakin karakter, determinasi dan mentalitas tim ini begitu positif," pungkasnya.

Baca juga: Haaland akui sempat gugup eksekusi penalti lawan Sevilla
Baca juga: Juve kalahkan Porto, tapi tersingkir karena gol tandang
Baca juga: Liverpool ingin ulangi keberhasilan leg pertama kontra Leipzig
Baca juga: Pochettino enggan dibayangi hantu remontada Barcelona

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar