IDI: Stabilitas ekonomi dan pembatasan ruang gerak ibarat simalakama

IDI: Stabilitas ekonomi dan pembatasan ruang gerak ibarat simalakama

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih dalam acara dialog "Setahun COVID-19" di Kantor PB IDI Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021). ANTARA/Andi Firdaus.

kelumpuhan ekonomi berdampak pada peningkatan infeksi dan kematian
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengemukakan upaya menjaga kestabilan ekonomi di saat membatasi pergerakan masyarakat saat pandemi COVID-19 ibarat simalakama.

"Ini ibarat simalakama. Kalau di-lockdown, ekonomi lumpuh, orang stres dan rentan infeksi. Tapi kalau dibiarkan bergerak, juga berisiko," katanya dalam agenda jumpa pers di Kantor Pengurus Besar IDI, Jakarta Pusat, Rabu siang.

Daeng mengatakan kebijakan lockdown atau karantina wilayah pada kenyataannya bukan hanya mengakibatkan kelumpuhan ekonomi, tapi masyarakat yang dibatasi ruang geraknya berpengaruh pada daya tahan tubuh dan imun.

Kenyataan itu berdasarkan pengamatan IDI dalam setahun terakhir pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta maupun di sejumlah kota besar di Indonesia.

Baca juga: Menlu : Diplomasi vaksin bangun resiliensi kesehatan-pemulihan ekonomi

Baca juga: Pakar ekonomi ungkap pembelajaran dari setahun pandemi COVID-19


"Jurnal ilmiah internasional sudah melaporkan bahwa kelumpuhan ekonomi berdampak langsung pada peningkatan infeksi dan kematian. Ini menurut pakar," katanya.

Daeng menyarankan agar seluruh polemik penanganan COVID-19 di Indonesia perlu diselesaikan berdasarkan ilmu pengetahuan.

"Presiden selalu katakan berbasis sains. sebab pasti analisisnya objektif. Kalau berdebat berdasarkan ilmu pengetahuan yang objektif akan menghasilkan keputusan yang baik," katanya.

Daeng menyarankan agar pemulihan ekonomi maupun pembatasan gerak masyarakat selama pandemi dicari masing-masing jalan keluarnya.

"Harus ada ikhtiar. Diselesaikan dua-duanya (persoalan ekonomi dan pembatasan sosial)," katanya.

Baca juga: IDI minta media publikasikan hubungan rokok dan COVID-19

Baca juga: IDI: Pemeriksaan rutin PCR tekan risiko kematian dokter

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Peran orang tua jelang vaksinasi anak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar