Menparekraf: Kawasan Ekonomi Khusus Lido serap 21 ribu tenaga kerja

Menparekraf: Kawasan Ekonomi Khusus Lido serap 21 ribu tenaga kerja

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Lido Music & Arts Center di MNC Lido City, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). ANTARA/Fathur Rochman/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Lido, Bogor, Jawa Barat dapat menyerap hingga 21 ribu tenaga kerja.

"KEK Lido ini akan menyerap 21.154 lapangan pekerjaan," ujar Sandi dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Lido Music & Arts Center di MNC Lido City, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Selain itu, kata dia, akan ada tambahan 84 ribu lapangan kerja untuk tenaga kerja pendukung di luar kawasan KEK Lido. Besarnya tenaga kerja yang dapat diserap oleh keberadaan KEK Lido ini diharapkan dapat membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Baca juga: Kemenparekraf dukung perusahaan rintisan ikut ajang "SXSW Online 2021"

Baca juga: Kemenparekraf siapkan lomba musik daring bantu musisi dapat stimulus


"Kami berharap KEK ini bisa menggerakkan ekonomi, tapi menggerakkan ekonominya bersifat inklusif untuk masyarakat sekitar, terutama anak-anak mudanya," kata Sandi.

Sandi yakin kawasan penyangga KEK Lido seperti Bogor dan Sukabumi juga memiliki potensi wisata besar yang bisa dioptimalkan, seperti keberadaan desa wisata.

"Kita punya banyak desa wisata potensi di sekitar Sukabumi maupun Kabupaten Bogor. salah satunya yang akan kita kunjungi Desa Batulayang, adalah harapan kita bahwa ini menjadi hub untuk pengembangan desa-desa wisata," kata dia.

Dengan adanya potensi-potensi wisata tersebut, Sandi berharap para pelaku UMKM kreatif dan pekerja seni budaya lokal dapat berkembang sehingga roda perekonomian di kawasan itu akan bergerak.

"Kita harapkan untuk menggerakkan ekonomi dan besar harapan agar UMKM kreatif dan pekerja seni budaya lokal juga bisa berkembang, tentunya dengan kearifan lokal berkelanjutan, dan juga harapan kita bahwa Indonesia segera bangkit dari pandemi," ucap dia.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan keberadaan KEK Lido akan berdampak sangat baik untuk masyarakat Bogor maupun Sukabumi karena lokasi tersebut nantinya akan didatangi oleh orang-orang dengan jumlah yang sangat besar.

Dia pun berharap ke depan KEK Lido bisa terus dikembangkan hingga ke kawasan pesisir laut Sukabumi.

"Kalau bisa dikembangkan mulai gunung, Lido, terus ada jalan tol, ada kawasan wisata, terus sampai laut itu bisa jdi kawasan wisata yg terbesar dan terbaik di dunia, di tengahnya bisa dipakai untuk kawasan industri. Jadi supaya industri di sekitar sini bisa berkembang. Ini hanya berandai-andai," kata Hary.

KEK MNC Lido City merupakan proyek pengembangan seluas 3.000 ha yang diproyeksikan sebagai "world-class entertainment hospitality city" di Jabodetabek.

KEK Lido akan diisi oleh berbagai destinasi wisata, mulai dari Lido Music & Arts Center dan Movieland, Lido World Garden, Lido Lake Hotel Extension, Golf & Country Club, serta MNC Park Lido.

Keberadaan KEK Lido akan berkontribusi terhadap percepatan pencapaian target pemerintah pusat maupun daerah, melalui peningkatan jumlah wisatawan, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, serta penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: KPIG realisasikan pengembangan KEK Pariwisata MNC Lido City

Baca juga: Sandiaga bertemu Ridwan Kamil bahas KEK Lido

Baca juga: MSIN mulai bangun studio film di Kawasan Ekonomi Khusus Lido

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menparekraf kagumi Geopark Maros Pangkep

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar