PMI Jaksel salurkan 100 pengeras suara untuk kampung siaga

PMI Jaksel salurkan 100 pengeras suara untuk kampung siaga

Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji (tengah) menyerahkan bantuan PMI Jaksel berupa pengeras suara di Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2021). (ANTARA/Kominfotik Jakarta Selatan)

ditujukan untuk memudahkan  petugas dalam menjalankan tugasnya
Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan menyalurkan 100 pengeras suara kepada 33 RW yang menjadi Kampung Siaga Bencana di Jakarta Selatan.

Penyaluran pengeras suara itu diserahkan Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji di kantor PMI Jaksel, Rabu, kepada 33 RW yang sebelumnya terdampak banjir.

Baca juga: Jaksel targetkan 15 waduk dikeruk untuk antisipasi banjir

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Jakarta Selatan atas sumbangan 100 mega sound kepada Pemerintah Administrasi Jakarta Selatan," ujar Isnawa Adji.

Pemkot, lanjut dia, berkolaborasi dengan PMI dalam mewujudkan Kampung Siaga Bencana di Jakarta Selatan agar siap dalam menangani bencana.

Mega sound, lanjut dia, ditujukan untuk memudahkan  petugas dalam menjalankan tugasnya karena alat itu bisa bawa berkeliling di berbagai lokasi bencana.

Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Dadang Dasuki mengatakan pihaknya bersama para petugas Kampung Siaga Bencana meningkatkan pelayanan kepada warga di Jakarta Selatan.

Baca juga: Jaksel buka layanan restorasi arsip secara gratis

Pihaknya juga mendukung Kampung Siaga Bencana yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

"Mudah-mudshan dengan bantuan yang kami berikan melalui Pemerintah Jakarta Selatan dapat bermanfaat dan berguna untuk warga Kampung Siaga Bencana yang masih terdampak banjir," katanya.

Dalam penyaluran itu juga dihadiri perwakilan Camat, Kelurahan, serta RT, dan RW di Jakarta Selatan.

Baca juga: Pemkot Jaksel optimalkan pengerukan sungai antisipasi banjir

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memberikan arahan agar setiap Kampung Siaga Bencana baik petugas maupun warga harus siap siaga, tanggap dan galang dalam menghadapi bencana.

Gubernur DKI Jakarta menargetkan genangan tidak boleh lebih dari enam jam, dan tidak adanya korban jiwa.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Edukasi tanggap bencana bagi warga kampung Sejahtera di Medan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar