Dinkes Kota Malang pantau penanganan COVID-19 di Bhakti Luhur

Dinkes Kota Malang pantau penanganan COVID-19 di Bhakti Luhur

Dokumen - Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif. ANTARA/HO-Humas Pemkot Malang

Di sana sudah ada pengawas dan pendamping yang memang spesialis untuk anak-anak berkebutuhan khusus
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Malang Provinsi Jawa Timur menyatakan terus memantau perkembangan penanganan COVID-19 di Yayasan Bhakti Luhur, setelah adanya ratusan penghuni yang mendapatkan hasil positif dari tes swab antigen beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif di Malang Rabu mengatakan dari total 178 orang yang mendapatkan hasil positif dari tes swab antigen tersebut, ada puluhan orang yang pada akhirnya harus dirawat di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard.

Baca juga: Dinkes Cianjur catat klaster baru puluhan mahasiswa positif COVID-19

"Kami pantau perkembangan setiap hari. Untuk yang dirawat di rumah sakit lapangan itu untuk yang memiliki risiko, seperti adanya komorbid, obesitas, dan lainnya," kata Husnul.

Husnul menjelaskan, dari puluhan orang yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard tersebut sebagian besar telah dikembalikan ke Yayasan Bhakti Luhur, karena kondisinya telah membaik dan tidak mengalami gejala apapun.

Baca juga: Polda Sulbar prioritaskan pengamanan pencegahan klaster baru COVID-19

Menurut Husnul, sebagian besar penghuni yayasan yang sudah selesai menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard saat ini tetap dipisahkan dari penghuni lainnya, sebelum dipastikan sudah tidak ada lagi paparan virus corona.

"Untuk swab antigen, akan dilakukan bertahap, atau 11 hari (setelah temuan awal). Saat ini diisolasi lagi, dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan, dan penanggung jawab kesehatan di yayasan itu," kata Husnul.

Baca juga: Sepekan, klaster COVID-19 baru hingga efisiensi makam di Bambu Apus

Husnul menambahkan, penanganan di Yayasan Bhakti Luhur tersebut, membutuhkan kehadiran pengawas, dan pendamping yang terbiasa menangani anak-anak berkebutuhan khusus itu. Dinas Kesehatan, membekali para pendamping tersebut terkait protokol penanganan COVID-19.

"Di sana sudah ada pengawas dan pendamping yang memang spesialis untuk anak-anak berkebutuhan khusus," ujar Husnul.

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard Kota Malang menyatakan bahwa dengan kondisi klinis sebagian besar penghuni Yayasan Bhakti Luhur yang membaik, ada sebanyak 48 orang yang diperbolehkan untuk mengakhiri masa isolasi di RS lapangan itu.

Dari total sebanyak 63 orang penghuni yayasan untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang dirawat di RS Lapangan Idjen Boulevard tersebut, sebanyak 48 orang sudah diperbolehkan untuk kembali ke Yayasan Bhakti Luhur.

Sementara sisanya, masih dalam masa observasi dari pihak Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard. Untuk pasien yang masih ditangani RS lapangan tersebut, saat ini masih mengalami gejala ringan, seperti batuk, pilek, dan kehilangan indera penciuman.

Hingga saat ini, di Kota Malang tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 6.085 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 5.470 orang dilaporkan telah sembuh, 547 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapolresta Buher tak akan bebani anggotanya sebelum sejahtera

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar