Wapres: Indonesia seharusnya mampu jadi pusat ekonomi syariah dunia

Wapres: Indonesia seharusnya mampu jadi pusat ekonomi syariah dunia

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin saat menjadi keynote speaker webinar bertajuk "Branding Ekonomi Syariah Indonesia" yang digelar Ikatam Keluarga Alumni Notariat (Ikano) Universitas Padjadjaran (Unpad) secara daring, Rabu (10/3/2021). ANTARA/Ajat Sudrajat/am.

Bandung (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia seharusnya mampu menjadi pusat ekonomi syariah dunia dan sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar, Indonesia juga pasar yang sangat potensial untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Dan sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia itu seharusnya mampu menjadi pusat ekonomi syariah dunia," kata Ma'ruf Amin saat menjadi keynote speaker webinar bertajuk "Branding Ekonomi Syariah Indonesia" yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Notariat (Ikano) Universitas Padjadjaran (Unpad) secara daring, Rabu.

Wapres mengatakan dengan melihat potensi yang ada maka hal tersebut juga akan meningkatkan gairah industri halal, baik itu di bidang kuliner, fashion sampai biro perjalanan atau travel.

"Sehingga hal ini juga merupakan peluang industri halal di antaranya halal food, halal fashion, halal healthcare, halal travel, dan lain-lainnya," ujar dia.

Baca juga: Pengamat ajak pihak terkait tingkatkan literasi ekonomi syariah

Wapres menuturkan dengan perkiraan penduduk muslim yang jumlahnya akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030 maka hal ini akan berimplikasi pada produk dan jasa halal yang akan terus meningkat.

Menurut Wapres salah satu tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ialah terkait pelaksanaan konsep syariah yang beririsan dengan hukum positif lain.

Wapres mengatakan ekonomi dan keuangan syariah juga membutuhkan berbagai elemen ekosistem pendukung karena ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu pilar ekonomi nasional yang telah menjadi bagian dari hukum positif di Indonesia.

Baca juga: Dorong transformasi, OJK sebut sulit cari pimpinan perbankan syariah

"Jadi tantangan kita ialah tentang bagaimana pelaksanaan konsep syariah ini dapat beririsan dengan hukum positif lain yang telah ada sebelumnya supaya menjadi sinergi yang positif," kata Ma'ruf.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Notariat (Ikano) Universitas Padjadjaran Ranti Fauza Mayana menambahkan ekonomi dan keuangan syariah mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir, baik secara nasional atau global.

Ranti menuturkan The State of Global Islamic Economy Report melaporkan besaran pengeluaran untuk konsumsi dan gaya hidup halal berbasih syariah mencapai 2,1 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 2017.

"Dan diperkirakan akan tumbuh mencapai 3 triliun Dolar Amerika Serikat pada tahun 2023," kata dia.

Hal tersebut, kata Ranti, akan berimplikasi pada peningkatan produk dan jasa halal secara signifikan termasuk produk dan jasa keuangan syariah.

Menurut Ranti, Indonesia sendiri menaruh perhatian yang sangat serius kepada perkembangan ekonomi syariah agar mampu memberikan kontribusi yang tinggi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Perkuat kerukunan, Wapres apresiasi dialog Islam-Konghucu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar