Olimpiade

IOC: Komite Olimpiade China tawarkan vaksin untuk Tokyo 2020

IOC: Komite Olimpiade China tawarkan vaksin untuk Tokyo 2020

Ilustrasi: Pengunjung dengan masker di wajahnya berfoto di Cincin Olimpiade di depan Museum Olimpiade Jepang di Tokyo, Jepang, Rabu (22/7/2020). Hari Kamis (23/7) bertepatan dengan satu tahun menjelang Olimpiade Tokyo 2021 setelah akhirnya ditunda penyelenggaraannya tahun ini akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade China menawarkan vaksin COVID-19 buatan China bagi para peserta Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, ungkap Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Kamis.

Tokyo 2020, yang ditunda satu tahun karena pandemi virus corona, menjadi Olimpiade pertama yang dibatalkan di luar masa perang namun dijadwalkan ulang untuk digelar 23 Juli hingga 8 Agustus tahun ini.

Karena penundaan itu, Olimpiade Musim Dingin di Beijing akan dimulai enam bulan berselang setelah pesta olahraga di Tokyo itu usai.

"IOC telah menerima penawaran dari Komite Olimpiade China, tuan rumah dari Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, untuk membuat sejumlah dosis vaksin tersedia bagi para peserta kedua edisi Olimpiade, Tokyo 2020 dan Beijing 2022," kata presiden IOC Thomas Bach di rapat virtual seperti dikutip Reuters, Kamis.

Baca juga: Jelang Olimpiade, atlet AS akan disuntik vaksin COVID-19

Namun, dia tidak merinci berapa jumlah dari dosis vaksin tersebut.

Olimpiade biasanya melibatkan lebih dari 10.000 atlet dan puluhan ribu orang yang mendampingi sebagai staf, media, relawan, dan ofisial.

Bach bicara di sela-sela presentasi virtual kepala Tokyo 2020 yang baru Seiko Hashimoto, yang melakukan presentasi pertamanya sejak dilantik pada tiga pekan lalu

"Komite Olimpiade China siap bekerja sama dengan IOC untuk menyediakan dosis tambahan ini... baik lewat kolaborasi dengan mitra internasional atau secara langsung di negara-negara yang memiliki kesepakatan soal vaksin China," kata Bach.

Baca juga: Panpel mungkin tingkatkan frekuensi tes COVID-19 selama Olimpiade

Olimpiade Tokyo akan digelar dengan protokol kesehatan ketat dan kemungkinan tanpa penonton asing, sedangkan IOC telah mendesak komite-komite Olimpiade nasional untuk melakukan vaksinasi terhadap para atlet mereka.

"IOC akan membayar untuk dosis tambahan dari vaksin tersebut bukan hanya untuk tim-tim Olimpiade tapi juga untuk Paralimpiade," kata Bach.

Sementara itu, CEO Tokyo 2020 Toshiro Muto mengetahui pernyataan Bach itu, tapi mengatakan dia "tidak berada dalam posisi untuk membuat komentar soal hal tersebut.

Muto menambahkan, "proses vaksinasi ditangani oleh pemerintah Jepang, jadi kami sebagai panitia penyelenggara Tokyo 2020 tidak berada dalam posisi untuk berkomentar."

Baca juga: Laporan: Olimpiade akan tanpa penonton dari luar negeri

Pada saat sebagian besar warga Jepang menolak kehadiran penonton asing di Olimpiade Tokyo, karena ketakutan akan gelombang infeksi virus corona, Bach berusaha meredam kekhawatiran itu dengan mengatakan bahwa ratusan ajang olahraga internasional telah digelar sejak September 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Tidak satupun dari ajang tersebut berubah menjadi penyebar virus, atau menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat tuan rumah," kata Bach, seraya menambahkan para atlet Olimpiade telah menjalani vaksinasi.

"IOC akan berupaya keras agar sebanyak mungkin partisipan yang tiba telah divaksinasi di Jepang," kata Bach.

"Saya bisa mengabarkan kepada Anda bahwa sejumlah besar tim Olimpiade telah divaksinasi sesuai dengan panduan vaksinasi nasional."

Baca juga: Survei: sebagian besar orang Jepang tidak ingin ada penonton asing
Baca juga: Presiden Tokyo 2020 janji hidupkan hasrat publik terhadap Olimpiade
Baca juga: IOC serahkan keputusan penonton asing ke Jepang

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Keppres pencalonan Olimpiade 2032 buat NOC dapat bergerak gesit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar