Aljazair laporkan 13 kasus pertama COVID varian Nigeria

Aljazair laporkan 13  kasus pertama COVID varian Nigeria

Dokumentasi - Warga Aljazair dengan mengenakan masker mulut dan hidung bercakap-cakap di sebuah hotel, tempat orang-orang dikarantina sebagai langkah pencegahan virus corona, di dekat Algiers, Aljazair, (4/2/2020). ANTARA/REUTERS/Ramzi Boudina/am.

Aljir (ANTARA) - Aljazair melaporkan 13  kasus pertamanya varian COVID-19 yang pertama kali muncul di Nigeria, menurut pusat riset negara Pasteur Institute pada Kamis (11/3).

Disebutkan pula bahwa terdapat tujuh kasus varian COVID-19 yang mulanya terdeteksi di Inggris.

Sebanyak 13 kasus ditemukan di Aljir dan kasus lainnya di provinsi selatan dan timur, demikian pernyataan Pasteur Institute.

Tujuh kasus COVID-19, yang berasal dari ibu kota Aljir dan provinsi tetangga Bilda, menambah jumlah total kasus varian COVID-19 Inggris menjadi 15 kasus.

Negara yang membesarkan peraih novel sastra Albert Camus itu akhir Januari lalu telah meluncurkan program vaksinasi COVID-19.

Negara itu menerima pasokan vaksin Sputnik V dari Rusia sebanyak 50.000 dosis dan menyuntikkannya kepada kelompok tenaga kerja medis, kaum lanjut usia dan mereka yang rentan terinfeksi virus COVID-19.

Disamping Sputnik V, Aljazair juga mendapat pasokan vaksin AstraZeneca.

Sumber: Reuters

Baca juga: Aljazair laporkan enam kasus baru COVID-19 varian Inggris
Baca juga: Aljazair luncurkan vaksinasi COVID-19
Baca juga: Kasus COVID-19 meningkat, Aljazair akan berlakukan kembali pembatasan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar