Indonesia, EU, WHO sepakat tingkatkan kerja sama tangani COVID-19

Indonesia, EU, WHO sepakat tingkatkan kerja sama tangani COVID-19

Tangkapan Layar - Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin berbicara di Jakarta, Jumat (12/3/2021), saat peluncuran kemitraan WHO-EU-Kementerian Kesehatan untuk kesiapsiagaan dan respons pandemi COVID-19. Antara/Azis Kurmala/tm

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Indonesia, Uni Eropa (EU), serta Badan Kesehatan Dunia (WHO) sepakat meningkatkan kerja sama dalam menangani pandemi COVID-19 guna menghentikan laju penyebaran virus corona di kawasan.

"Kita sangat senang mendapatkan dukungan dari Uni Eropa dan WHO dalam rangka memerangi pandemi COVID-19," ujar Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Jumat, saat peluncuran kemitraan WHO-EU-Kementerian Kesehatan untuk kesiapsiagaan dan respons pandemi COVID-19.

Peluncuran kemitraan WHO-UE-Kementerian Kesehatan untuk kesiapsiagaan dan respons pandemi COVID-19 dihadiri oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin, perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr Navaratnasamy Paranietharan, dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket.

Menteri Gunadi mengatakan dukungan dari Uni Eropa dan WHO terus mengalir ke Indonesia dalam memastikan masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan.

"Kami memastikan bahwa kami mendapatkan dukungan dari organisasi-organisasi internasional untuk kesiapsiagaan dan respons pandemi COVID-19 mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah atau Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) Tahun 2022," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Navaratnasamy Paranietharan mengatakan kemitraan WHO-EU-Kementerian Kesehatan RI untuk kesiapsiagaan dan respons pandemi COVID-19 bertujuan untuk mendukung Indonesia dalam menangani pandemi dengan lebih baik melalui tes virus corona, penelusuran kontak erat, tindak lanjut perawatan, maupun ketersediaan laboratorium.

"Kemitraan ini memastikan bahwa kita mencegah wabah lain tidak hanya untuk hari ini tapi juga untuk masa depan," ujar Paranietharan, sambil mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 sudah satu tahun hadir di Indonesia. 

Selama kurun waktu satu tahun itu, Indonesia mengambil serangkaian tindakan ketat dalam mengatasi penyebaran COVID-19.

Selain penerapan protokol kesehatan, Indonesia juga sudah menjalankan vaksinasi COVID-19.

"Indonesia salah satu negara berkembang yang memulai lebih awal vaksinasi COVID-19. Dengan vaksinasi kita berharap dapat mengakhiri pandemi. Selama vaksinasi dijalankan, protokol kesehatan tetap dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat," ujar dia.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, mendukung upaya kerja sama multilateral dalam mengatasi pandemi COVID-19 beserta dampak yang ditimbulkan dari virus corona itu.

"Uni Eropa merupakan mitra bagi Indonesia dalam mengatasi pandemi COVID-19. Presiden Jokowi menyebutkan bahwa tidak ada orang yang aman dari pandemi ini. Untuk itu kami mendukung upaya multilateral untuk mengendalikan COVID-19," ujar Dubes Piket.

Sebelumnya, Uni Eropa mengucurkan dana bantuan hingga 20 juta euro atau sekitar Rp341 miliar untuk penanganan COVID-19 di negara-negara Asia Tenggara.

Dana bantuan itu merupakan bagian dari upaya mendukung kapasitas kesiapsiagaan dan tanggap darurat  mitra-mitra di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). 


Baca juga: WHO kepada semua negara: Jangan kendur perangi COVID

Baca juga: WHO: Distribusi sepihak negara penghasil vaksin kacaukan COVAX

Baca juga: Uni Eropa tanggapi seruan Inggris soal tuduhan nasionalisme vaksin


 

Lacak distribusi vaksin COVID-19, Kenya aktifkan sistem elektronik


 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar