Tugas penanggulangan gempa TNI di Sulbar berakhir

Tugas penanggulangan gempa TNI di Sulbar berakhir

Tugas penanggulangan bencana  gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat AD di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah berakhir, (13/03/2021) ANTARA Foto/M Faisal Hanapi

TNI telah membantu masyarakat dalam meruntuhkan bangunan rusak serta membersihkan puing-puing secara sukarela yang dilaksanakan 46 bangunan.
Mamuju (ANTARA) - Tugas penanggulangan bencana gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat AD di Provinsi Sulawesi Barat telah berakhir.

Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni melakukan pelepasan TNI AD di dermaga pangkalan TNI AL Kelurahan Rangas Kabupaten Mamuju, Sabtu.

Dikatakan, selain bencana pandemi COVID-19 yang bersifat non alam, Sulbar juga dilanda bencana alam gempa bumi yang berkekuatan 6,2 magnitudo memporak-porandakan wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene.

Gempa tersebut menelan korban jiwa 107 orang, luka berat 278, dan luka ringan mencapai 13.025 orang selainnitu sejumlah infrastruktur rusak baik fasilitas pemerintah, swasta, maupun perumahan masyarakat.

"Berkat dukungan penuh dari TNI-AD yang telah bekerjasama melakukan evakuasi atau penyelamatan korban, bantuan alat berat dalam upaya membuka akses di daerah terisolir, dan bencanq gempa telah dilalui," ujarnya.

Ia mengatakan, TNI telah membantu masyarakat dalam meruntuhkan bangunan rusak serta membersihkan puing-puing secara sukarela yang dilaksanakan 46 bangunan.
Baca juga: Warga korban gempa Mamuju masih butuh, TNI-AD bantu air bersih
Baca juga: PU Sulbar-TNI bersihkan reruntuhan bangunan dampak gempa di 116 titik


"Bantuan TNI bagi warga Sulbar sangat bermanfaat, dan bukan pekerjaan mudah, dan Pemprov Sulbar bersama jajaran, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Darat dengan seluruh jajaran TNI atas segala upaya dan dedikasinya dalam membantu daerah ini," ujarnha.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personil TNI-AD yang bertugas dalam penanganan gempa bumi di Sulbar.

“Dari 15 Januari sampai 13 Maret 2021, kurang lebih dua bulan kita di Sulbar, tentunya banyak hal yang kurang berkenan selama dalam menjalankan tugas penaganan gempa bumi atas nama pemerintah dan masyarakat menghaturkan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh personil TNI-AD yang akan kembali ke Jakarta, selamat jalan, semoga tiba dengan selamat dan kembali bertugas," ujarnya.

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen. TNI Andi Sumangerukka menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota satgas yang selama ini menjalankan tugas di Sulbar.

Ia mengatakan, dengan berbagai pengalaman dan keberhasilan personil TNI dalam melaksanakan misi kemanusiaan di Sulbar, semoga menjadi bekal untuk bekerja dalam menyongsong pengabdian yang akan datang," katanya.

"Kalian adalah patriot bangsa, karena kalian, masyarakat yang terkena musibah dapat terbantu, keberhasilan yang dicapai selama ini merupakan tugas mulia, yang di dapat selama ini menjadi pengalaman berharga untuk selamat kembali ke kesatuan masing-masing," ujarnya.
Baca juga: RS lapangan dukungan Kasad di lokasi gempa Sulbar sudah beroperasi
Baca juga: RSL TNI tangani 2089 pasien selama gempa Sulbar

Pewarta: M.Faisal Hanapi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Keterisian RSD COVID-19 Wisma Atlet meningkat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar