Kemensos bantu siswa SD yang rawat orang tua lumpuh di NTT

Kemensos bantu siswa SD yang rawat orang tua lumpuh di NTT

Tim Kemensos merespon kasus keluarga penyandang disabilitas di Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (ANTARA/HO.Humas Ditjen Rehsos)

Kemensos mengirimkan tim lima orang dan telah melakukan respon terhadap keluarga RA
Jakarta (ANTARA) - Tim Kementerian Sosial merespon dengan memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga RA (12) siswa kelas 6 SD yang merawat kedua orang tuanya yang lumpuh di Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Balai Besar Disabilitas Prof Dr Soeharso Surakarta, Balai Anak Naibonat Kupang dan Balai Disabilitas Efata Kupang melakukan respon kasus kepada keluarga RA," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat di Jakarta, Sabtu.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat Supriyono mengatakan, Kemensos mengirimkan tim lima orang dan telah melakukan respon terhadap keluarga RA pada Kamis dan Jumat lalu.

Berdasarkan hasil kunjungan tim Kemensos, diketahui RA bersama ayahnya Benediktus Poseng (48) dan ibunya Wihelmina Mbi (43) serta nenek dari pihak ibu tinggal di rumah berukuran 5×6 meter, berdinding papan dan lantai beralaskan tanah.

Ayah RA mengalami kelumpuhan disebabkan adanya Ostheo Artritis Bilateral atau pengapuran di kedua lututnya. Penanganan yang diberikan adalah dilakukan latihan fisioterapi agar diketahui kondisi kekakuannya dan diberikan alat bantu berupa Stabiliser Knee.
Baca juga: Dirjen: Peran balai rehabilitasi sosial akan dioptimalkan
Baca juga: Kemendes: Lima kabupaten di NTT belum salurkan BLT dana desa


Sedangkan ibunya mengalami stroke hemiparese dan kekakuan paralumbal. Penanganan yang diberikan adalah dilakukan latihan fisioterapi agar diketahui kondisi kekakuannya serta diberikan alat bantu berupa Korset Paralumbal.

Kepala Puskesmas setempat, Susana menyatakan pihaknya akan terus melanjutkan latihan fisioterapi dan memantau perkembangan kedua orang tua RA secara berkala.

Ayah RA direkomendasikan dirujuk ke RSUD Borong atau RS Siloam di Manggarai Barat, sedangkan ibu RA direkomendasikan dirujuk ke Pusat Gangguan Jiwa dan Klinik Renceng Mose Ruteng atau RSJ Naimata.

Pemerintah Desa Nanga Meze juga berkomitmen memberikan bantuan Rumah Layak Huni melalui APBDes 2021. Pembangunan rumah sempat mengalami kendala karena status tanah yang didiami keluarga RA saat ini. Namun sekarang sudah diketahui tanah milik keluarga RA yang posisinya tidak jauh dari rumah saat ini, sehingga pembangunan rumah layak huni akan dilaksanakan pada lokasi tanah tersebut.

Selain memberikan penanganan fisioterapi, Tim Kemensos juga memberikan layanan dukungan psikososial dan pemberian motivasi oleh Pekerja Sosial kepada RA.

Tim Kemensos juga memberikan bantuan berupa sembako, bahan penambahan nutrisi, selimut, popok dewasa, handuk, pakaian dan pakaian dalam, kasur lipat serta alat-alat kebersihan diri.

Pada kesempatan yang sama, PT Pos Region Komodo melalui PT Pos Manggarai Timur juga menyalurkan bantuan senilai Rp5 juta dengan rincian Rp4 juta berupa uang tunai dan Rp1 juta berupa sembako.

Keluarga RA juga akan mendapatkan Bantuan uang dari berbagai donatur, sehingga TKSK Kecamatan Elar Selatan bersama keluarga akan membantu membuatkan rekening bank atas nama RA. TKSK telah berkoordinasi dengan pihak Bank BRI, dan pihak Bank BRI menyatakan kesiapannya membantu proses pembukaan rekening tersebut.
Baca juga: Bantuan sosial di NTT terkendala data

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Si Pemikat, layanan kebutuhan khusus Samsat Sumsel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar