Olimpiade

Menteri Olimpiade: vaksin China perlu persetujuan pemerintah Jepang

Menteri Olimpiade: vaksin China perlu persetujuan pemerintah Jepang

Seorang pria yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati iklan Olimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda hingga 2021 karena wabah penyakit coronavirus (COVID-19), di Tokyo, Jepang, 22 Januari 2021. ANTARA/REUTERS / Issei Kato/pri. (REUTERS/ISSEI KATO)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo Tamayo Marukawa mengatakan tidak akan memberikan vaksin COVID-19 asal China kepada para atletnya setidaknya untuk saat ini karena keputusan terkait vaksinasi harus mendapat persetujuan pemerintah Jepang.

Hal tersebut disampaikan Marukawa menanggapi tawaran Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach yang akan menyediakan bantuan vaksin asal China bagi para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Lantas Marukawa mengaku belum ada pembicaraan sebelumnya dengan IOC terkait penawaran vaksin.

Baca juga: Thomas Bach kembali terpilih jadi presiden IOC
Baca juga: Laporan: Olimpiade akan tanpa penonton dari luar negeri


Meski pemerintah Jepang belum menyetujui tawaran tersebut, Marukawa menilai bantuan vaksin asal China akan membantu negara-negara di mana vaksin asal China telah disetujui.

Tamayo juga mengaku belum mengetahui apakah perusahaan China sudah mengajukan permohonan persetujuan vaksin COVID-19 di Jepang. Sejauh ini, hanya Pfizer dan AstraZeneca yang telah mengajukan aplikasi untuk disetujui.

Dari dua produsen vaksin tersebut, hanya Pfizer yang yang telah mendapat izin di Jepang.

Namun terlepas dari vaksin yang digunakan, Tamayo menegaskan bahwa pemerintah Jepang akan menerapkan langkah-langkah pencegahan penularan COVID-19 secara komprehensif sehingga seluruh peserta dapat berpartisipasi di Olimpiade kendati belum menerima vaksinasi.

Ia juga memastikan kebijakan pemerintah untuk tidak menjadikan vaksinasi sebagai kewajiban mengikuti Olimpiade tidak akan berubah.

Hal itu juga kembali ditegaskan oleh Thomas Bach yang menyatakan bahwa vaksinasi untuk virus corona tidak akan menjadi persyaratan bagi para atlet yang berkompetisi di Olimpiade Tokyo menyusul kekhawatiran mengenai lambannya peluncuran vaksin di Jepang, demikian dilaporkan televisi nasional NHK.

Baca juga: IOC setujui paket reformasi agar Olimpiade lebih menarik
Baca juga: Bulu tangkis US Open dan Canada Open dibatalkan karena COVID-19


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Estafet obor Olimpiade Tokyo dimulai dari Fukushima

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar