Banjir rendam permukiman di sejumlah wilayah Gorontalo Utara

Banjir rendam permukiman di sejumlah wilayah Gorontalo Utara

Banjir merendam Desa Milango Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara. ANTARA/HO.

Gorontalo (ANTARA) - Banjir merendam permukiman di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara, Ahad sore, sejak pukul 15.30 Wita akibat curah hujan tinggi.

"Curah hujan sangat tinggi menyebabkan daerah aliran sungai maupun drainase di wilayah permukiman tidak mampu menampung debit air," kata Dandim 1314 Gorontalo Utara, Letkol Kav Embi Triono.

Pihaknya menerjunkan sejumlah personel di wilayah banjir, diantaranya di Kecamatan Kwandang dan Tomilito.

Tidak hanya membantu mengevakuasi warga, personel Kodim 1314 pun turut membantu mengangkut harta benda atau barang berharga milik warga agar tidak terendam maupun terseret banjir.

Baca juga: Banjir tutup lintas Sulawesi Gorontalo Utara-Kabupaten Gorontalo

Baca juga: Gorontalo Utara perlu Rp42 miliar normalisasi DAS cegah banjir


Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 senti meter hingga 1,5 meter, merendam permukiman warga diantaranya di Desa Moluo, Titidu, Posso, Bulalo, Mootinelo, Molingkapoto dan Molingkapoto Selatan di Kecamatan Kwandang.

Serta Desa Bubode, Leyao dan Milango Kecamatan Tomilito.

Seperti yang diungkap Kepala Desa Milango, Kecamatan Tomilito, Eman Kadir.

Ia mengatakan banjir kembali merendam ratusan permukiman di desa tersebut.

Terparah di Dusun Milango Tengah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter atau melewati jendela rumah. Sementara warga di Dusun Milango Bawah telah mengungsi ke masjid.

Biasanya warga di Dusun Milango Bawah paling sulit di evakuasi mengingat dusun itu ada di muara sungai dan paling pasti terendam saat curah hujan tinggi.

Hantaman air dari Desa Leyao atau desa tetangga membuat Desa Milango ikut terendam banjir. Ia memperkirakan 150 kepala keluarga (KK) di desa itu jadi korban banjir.

Ratusan warga telah mengungsi di tempat aman, baik di permukiman yang berada di wilayah perbukitan, juga di masjid setempat.

Banjir kali ini, kata Eman, tergolong paling parah dan sangat cepat menerjang permukiman. "Ini banjir terparah yang kami rasakan sepanjang tahun 2021," katanya.

Curah hujan memang sangat tinggi dan banjir pun datang sangat cepat disertai arus deras dan lumpur tebal. Hingga saat ini air belum surut dan hujan masih mengguyur.

Desa lainnya di Kecamatan Tomilito, yaitu Desa Bubode juga terendam banjir.

Terparah melanda Dusun Bohulo dan Helumo dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Hingga saat ini belum ada data akurat terkait jumlah permukiman dan warga terdampak, juga kerugian materiil yang diderita.*

Baca juga: Banjir 1 meter, akses jalan desa di Tomilito-Gorontalo Utara tertutup

Baca juga: Kawasan Tomilito-Gorontalo Utara kembali diterjang banjir

 
Banjir merendam permukiman warga di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara. (ANTARA/HO)

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar