"WandaVision" kemungkinan ada musim kedua

"WandaVision" kemungkinan ada musim kedua

(L -R): Paul Bettany as VIsion and Elizabeth Olsen as Wanda Maximoff in Marvel Studios' WANDAVISION exclusively on Disney+. Photo courtesy of Marvel Studios. ©Marvel Studios 2020. All Rights Reserved. (Courtesy of Marvel Studios/Marvel Studios)

Jakarta (ANTARA) - Presiden dan Chief Creative Officer Marvel Studios Kevin Feige mengungkap kemungkinan musim kedua untuk "WandaVision" dan "The Falcon and the Winter Soldier" terkait banyaknya permintaan lanjutan untuk kedua seri tersebut.

"Kami lebih banyak mendapat pertanyaan untuk yang serial televisi, karena, orang-orang mengharapkan seperti sebelumnya, 'Di mana musim kedua?'. Kami melakukan pendekatan yang sama seperti di film, lebih baik kita membuat ini menjadi hebat karena kita tidak akan bisa membuat yang lain," kata Feige dilansir Deadline, Senin.

Baca juga: "The Falcon and The Winter Soldier" bakal tayang 19 Maret 2021

Baca juga: "WandaVision" bakal tayang perdana Januari 2021 di Disney+


"Kalau kami berencana membuat yang lain (musim kedua), pasti ada ide," lanjut Feige.

Akan tetapi, Feige terus menekankan rencana awal Marvel Studios seperti "WandaVision" yang akan melanjutkan alur ceritanya dalam sekuel "Doctor Strange in Multiverse of Madness". Serial dan film Marvel hanya akan bolak-balik antara satu sama lain baik serial di Disney+ dan film layar lebar.

Mirip dengan "WandaVision", "The Falcon and the Winter Soldier" terjadi setelah "Avengers: Endgame" pada 2019.

Captain America diceritakan telah meninggal, dan Anthony Mackie atau Falcon sedang mempertimbangkan untuk menggunakan perisai dan bekerja sama dengan temannya Bucky Barnes alias Winter Soldier, yang diperankan oleh Sebastian Stan.

Sementara itu, sutradara "The Falcon and the Winter Soldier" Kari Skogland menjelaskan bahwa film-film seperti karya David Lean dan "Midnight Cowboy" menjadi inspirasi untuk serial tersebut. Sedangkan penulis naskahnya, Malcolm Spellman, terinspirasi dari film-film polisi seperti "48 Hours", "Rush Hour" dan waralaba "Bad Boys".

"Sejak awal, kami membuat film enam jam," kata Skogland tentang serial enam episode itu.

Skogland mengatakan bahwa saat serial itu ditutup karena pandemi COVID-19, mereka langsung masuk ke pasca produksi dan melanjutkan pengeditan.

"Saat dunia berubah, kami dapat mempertajam fokus kami. Ketika kami kembali, kami tahu apa yang kami alami. Itu tidak mengubah apa pun (secara plot), itu hanya membantu kami fokus," ujar Skogland.

Spellman menjelaskan bahwa di dunia pasca-Thanos, "Avengers: Endgame", setiap penjahat akan memberi tahu bahwa mereka adalah seorang pahlawan. Para pahlawan menanggapi hal itu dalam kehidupan pribadi mereka.

Baca juga: Disney+ berhasil dapatkan 100 juta pelanggan berbayar

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar