Jepang pertimbangkan respons terhadap kudeta militer Myanmar

Jepang pertimbangkan respons terhadap kudeta militer Myanmar

Pengunjuk rasa Myanmar yang tinggal di Jepang membawa foto Aung San Suu Kyi saat mereka melakukan protes terhadap militer Myanmar setelah mengambil kekuasaan dari pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis dan menangkap pemimpinnya Aung San Suu Kyi, di United Nations University di Tokyo, Jepang, Senin (1/2/2021). REUTERS/Issei Kato/WSJ/cfo (REUTERS/ISSEI KATO)

Ke depannya, Jepang akan mempertimbangkan cara untuk menanggapi situasi di Myanmar dalam hal kerja sama ekonomi dan kebijakan dengan memantau perkembangan situasinya, seraya memikirkan respons dari negara-negara yang bersangkutan,
Tokyo (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato pada Senin menuturkan bahwa pemerintah sedang memantau kudeta miiter Myanmar baru-baru ini dan akan mempertimbangkan respons terhadap perkembangan di negara Asia Tenggara tersebut.

"Ke depannya, Jepang akan mempertimbangkan cara untuk menanggapi situasi di Myanmar dalam hal kerja sama ekonomi dan kebijakan dengan memantau perkembangan situasinya, seraya memikirkan respons dari negara-negara yang bersangkutan," kata Kato saat konferensi pers.

Pernyataan ini muncul setelah Korea Selatan mengatakan akan menghentikan pertukaran pertahanan dengan Myanmar dan melarang ekspor senjata ke negara tersebut usai terjadinya kudeta militer bulan lalu dan penindakan brutal terhadap massa pro demokrasi.

Pada Minggu (14/3) sedikitnya 38 demonstran dan polisi tewas di Myanmar.

Sumber: Reuters

Baca juga: Perusahaan Jepang dipantau terkait dengan bisnis militer Myanmar
Baca juga: Wartawan Jepang yang ditangkap di Myanmar akhirnya dibebaskan
Baca juga: Indonesia dan Jepang dorong Myanmar pulihkan pemerintahan demokratis

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar