Biden tunggu investigasi tuduhan pelanggaran seksual Andrew Cuomo

Biden tunggu investigasi tuduhan pelanggaran seksual Andrew Cuomo

Gubernur New York, Andrew Cuomo, berjalan bersama putrinya di halaman Kediaman Gubernur di Albany, New York, Amerika Serikat, Jumat (12/3/2021), menyusul tuduhan bahwa dia melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan muda. REUTERS/Angus Mordant/WSJ/djo

Washington (ANTARA) -
Presiden Joe Biden pada Minggu (14/3) menolak untuk mendesak Gubernur New York Andrew Cuomo mengundurkan diri terkait tuduhan pelecehan seksual.

Biden mengatakan dia ingin menunggu hasil investigasi atas tuduhan tersebut.
 
Usai kembali dari Delaware, Biden ditanya apakah Cuomo, sesama anggota partai Demokrat, harus mengundurkan diri. Dia mengatakan kepada wartawan, "Saya pikir investigasi sedang berjalan dan kita harus sebaiknya menunggu bagaimana hasilnya."
 
Cuomo menghadapi tuduhan pelanggaran dan pelecehan seksual yang diajukan oleh setidaknya tujuh perempuan, termasuk sejumlah mantan asistennya.

Sang gubernur juga menghadapi tekanan dari pengungkapan bahwa pemerintahannya telah menutupi jumlah penghuni panti jompo yang meninggal dunia akibat COVID-19.
 
Pada Jumat (12/3), dua senator Demokrat-New York, Chuck Schumer dan Kirsten Gilibrand, serta kebanyakan dari delegasi kongres negara bagian, termasuk anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez yang merupakan tokoh progresif, mendesak Cuomo untuk mundur.

Cuomo tengah menjabat sebagai gubernur New York untuk periode ketiga.
 
Cuomo, 63 tahun, yang telah bercerai, pada Jumat mengulangi bantahan terhadap tuduhan yang dilayangkan terhadapnya.

Dia mengatakan "merupakan tindakan yang sembrono dan berbahaya bagi para politikus untuk memintanya turun sebelum melihat semua fakta."
 
"Perempuan memiliki hak untuk bersuara dan didengarkan, dan saya sangat mendorong itu. Namun saya juga ingin memperjelas: Masih ada pertanyaan terkait kebenarannya. Saya tidak melakukan apa pun yang dituduhkan, titik," kata Cuomo dalam sambungan telepon dengan wartawan.
 
Saat ditanya apakah dia pernah memiliki hubungan asmara yang berdasarkan suka-sama-suka dengan para perempuan tersebut, Cuomo mengatakan dia tak pernah berniat untuk membuat siapa pun merasa tidak nyaman. Dia meminta maaf apabila telah menimbulkan ketidaknyamanan.
 
Pada Minggu, Ketua Dewan Perwakilan (DPR) AS Nancy Pelosi, dari partai Demokrat, menolak ikut mendesak Cuomo mundur. Menurut Pelosi, dalam program "This Week" ABC , tuduhan-tuduhan tersebut perlu diinvestigasi.
 
"Apa yang dikatakan para perempuan ini harus diperlakukan dengan hormat. Ini adalah tuduhan-tuduhan yang kredibel dan serius," kata Pelosi. "Sang Gubernur harus melihat ke dalam hatinya --ia mencintai New York-- untuk menilai apakah dia dapat memimpin dengan efektif."
 
Wali Kota New York City Bill de Blasio, yang sering berselisih dengan Cuomo, mengatakan dalam program Face the Nation CBS bahwa menurutnya sang gubernur tak akan mundur dengan cepat.
 
"Saya rasa proses pemakzulan akan mulai, dan menurut saya dia akan dimakzulkan, dan mungkin tepat pada saat sebelum itu dia akan memutuskan untuk mundur," ujar wali kota dari Partai Demokrat itu.

"Dia seharusnya mundur sekarang karena dia menahan upaya kita untuk memerangi COVID. Dia sekarang ini benar-benar menghalangi kita untuk menyelamatkan nyawa banyak orang," ujar de Blasio.
 
Gubernur Arkansas Asa Hutchinson dan Larry Logan dari Maryland, keduanya Republikan, dalam kesempatan yang berbeda pada acara berita Minggu menolak untuk menyerukan pengunduran diri Cuomo.

Namun, mereka mengatakan tuduhan-tuduhan itu perlu diinvestigasi.
 

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar