Bank Mandiri akan tambah cadangan Rp1 triliun, antisipasi kredit macet

Bank Mandiri akan tambah cadangan Rp1 triliun, antisipasi kredit macet

Ilustrasi: Bank Mandiri. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aa.

Untuk mengantisipasi sebagian dari yang akan jatuh ke NPL, kita sudah sisihkan optional atau build up CKPN dari bulan April sampai sekarang
Jakarta (ANTARA) - Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ahmad Siddik Badruddin mengatakan perseroan akan menambah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) senilai Rp1 triliun untuk mengantisipasi kredit macet akibat pandemi COVID-19.

Siddik menuturkan sepanjang 2020 lalu Bank Mandiri telah melakukan restrukturisasi sekitar Rp123 triliun dan menjadi Rp93 triliun pada akhir tahun. Dari Rp93 triliun tersebut, diperkirakan ada sebagian dari debitur pada akhir tahun ini atau tahun depan akan menjadi kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) karena diperkirakan tidak bisa bangkit kembali.

"Untuk mengantisipasi sebagian dari yang akan jatuh ke NPL, kita sudah sisihkan optional atau build up CKPN dari bulan April (2020)  sampai sekarang. Tahun lalu sekitar Rp4,5 triliun kita sudah sisihkan khusus untuk debitur restrukturisasi COVID-19 yang kita perkirakan mungkin jatuh ke NPL. Tahun ini pun kita rencanakan akan kita tambah Rp1 triliun," ujar Siddik saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Baca juga: Bank Mandiri perkirakan 11 persen debitur berisiko tinggi macet

Dengan demikian, lanjut Siddik, apabila debitur restrukturisasi tersebut tidak bisa bangkit kembali, perseroan sudah siap dengan pencadangan yang sudah disisihkan sehingga tidak mengganggu performa perseroan tahun ini atau tahun depan.

"Kemudian yang kita perkirakan sebenarnya jatuh NPL sekarang di bawah 8 persen. Initially tahun lalu kita pikirkan sekitar 11 persenan, tapi dengan berjalannya waktu ternyata beberapa debitur tersebut banyak dari mereka yang sudah bisa menyesuaikan business modelnya," kata Siddik.

Ia meyakini jumlah debitur yang direstrukturisasi kreditnya akan semakin berkurang seiring dengan pelaksanaan vaksinasi dan juga mulai pulihnya perekonomian domestik. Dari debitur yang sudah menyelesaikan program restrukturisasi sampai akhir tahun, ujar Siddik, hanya 0,3-0,4 persen yang menjadi NPL.

Baca juga: Bank Mandiri sebut potensi restrukturisasi kredit masih kecil

"Selebihnya bisa melanjutkan dan get off from restructuring programme. Untuk debitur yang belum sembuh 100 persen, kita beri restrukturisasi ulang. Jadi hanya debitur yang benar-benar tidak ada harapan yang akan kita down grade ke NPL," katanya.

Sementara itu untuk debitur yang masih ada harapan akan dibantu dengan stimulus program dari pemerintah seperti program penjaminan kredit dari Jamkrindo dan Askrindo untuk segmen UMKM dan penjaminan kredit untuk segmen korporasi.

"Kita gunakan semua program itu untuk bantu para debitur kita yang dulunya bagus untuk going through crisis, sehingga nanti setahun lagi crisis over mereka siap untuk kembali. Jadi kita cukup optimis program-program yang kita laksanakan akan dapat membantu debitur tersebut bangkit dan bisa me-minimize potensi down grade ke NPL," ujar Siddik.

Baca juga: Bank Mandiri: Kredit bermasalah UMKM menurun

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bank Indonesia Wujudkan Pesantren Mandiri Atasi Inflasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar