Kemarin, Bulog kesulitan salurkan beras hingga batu bara kalori tinggi

Kemarin, Bulog kesulitan salurkan beras hingga batu bara kalori tinggi

Dokumentasi - Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Sub Divre VI Pekalongan, Munjungagung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc/pri.

Kalau kami membeli sebanyak apapun kami siap, asalkan hilirnya dipakai
JAKARTA (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Senin (15/3) mulai dari Bulog mengaku kesulitan menyalurkan beras bila harus impor lagi hingga PT Timah akan memproduksi perdana batu bara kalori tinggi tahun ini.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Bulog mengaku kesulitan salurkan beras bila harus impor lagi

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku kesulitan dalam menyalurkan beras yang ada di gudang milik perseroannya apabila harus melakukan impor lagi sebesar 1 juta ton sebagaimana yang telah direncanakan pemerintah.

Berita selengkapnya klik di sini


2. Kemenhub luncurkan layanan perizinan Tersus dan Tuks secara online

Kementerian Perhubungan meluncurkan layanan perizinan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) secara online dan terintegrasi di dalam Sistem Elektronik Hubla Terintegrasi (Sehati) yang dikelola Kemenhub.

Berita selengkapnya klik di sini


3. PT Timah akan produksi perdana batu bara kalori tinggi tahun ini

PT Timah Tbk (Persero) menargetkan produksi perdana batu bara kalori tinggi sekitar 500-750 ribu ton pada 2021, melalui tambang yang dikelola anak perusahaannya, PT Tanjung Alam Jaya di Kalimantan Selatan.

Berita selengkapnya klik di sini
 

4. Sri Mulyani usulkan perubahan tarif PPnBM kendaraan listrik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan untuk melakukan perubahan pada tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap kendaraan listrik yang sebelumnya telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.73/2019.

Berita selengkapnya klik di sini


5. Mendag paparkan upaya atasi lonjakan harga daging sapi jelang Ramadhan

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mengantisipasi kenaikan harga daging sapi menjelang Ramadhan, meskipun kenaikan tersebut diprediksi tak bisa dihindari.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Mendag sebut kerusakan panen picu harga cabai mahal
Baca juga: Kemarin, Menhub dukung otobus bangkit hingga tautan vaksinasi palsu
Baca juga: Kemarin, target pertumbuhan ekonomi sampai Mandiri turunkan suku bunga

 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar