Kominfo ingatkan tidak unggah sertifikat vaksinasi ke medsos

Kominfo ingatkan tidak unggah sertifikat vaksinasi ke medsos

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat meninjau program vaksinasi untuk jurnalis di Gelora Bung Karno, Selasa (16/3/2021). ANTARA/Tangkapan layar Kemkominfo TV.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingatkan masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 untuk tidak mengunggah sertifikat vaksinasi ke media sosial.

"Saya ingin ingatkan masyarakat untuk melindungi data pribadi kita masing-masing," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, saat konferensi pers secara virtual, Selasa.
 
Menteri Johnny menyampaikan imbauan tersebut usai meninjau program vaksinasi untuk jurnalis yang berlangsung hari ini di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Baca juga: Kominfo dorong pelayanan masyarakat lebih cepat sejalan UU Cipta Kerja

Baca juga: Kominfo tambah 3 BTS dan 78 titik akses internet di NTB


Masyarakat yang sudah disuntikkan vaksin COVID-19 akan mendapatkan sertifikat digital yang bisa diakses melalui aplikasi PeduliLindungi.
  
Sertifikat tersebut memuat nama lengkap, nomor induk kependudukan dan tanggal lahir peserta vaksinasi. Ketiga hal yang ada di sertifikat vaksin COVID-19 tergolong data pribadi. 

Johnny mengingatkan tidak perlu mengunggah sertifikat vaksinasi COVID-19 ke media sosial karena mengandung data pribadi. 

"Jangan sampai diedarkan karena di sertifikat itu ada kode QR, yang mengandung data pribadi," kata Johnny. 

Sertifikat tersebut sebaiknya hanya digunakan untuk kepentingan khusus, misalnya untuk keperluan mendapatkan layanan kesehatan. 

"Kita jaga data pribadi kita dengan cara tidak mengedarkan untuk kepentingan yang tidak semestinya," kata Johnny. 

Beberapa waktu lalu, Menkominfo juga mengingatkan bahwa informasi tentang kesehatan termasuk dalam kerahasiaan atau privasi sehingga tidak perlu dipublikasikan dan hanya digunakan untuk kepentingan tertentu.

Kominfo bersama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Dewan Pers mengadakan program vaksinasi untuk jurnalis tahap kedua yang berlangsung pada 16-17 Maret di Gelora Bung Karno.

Tahap pertama vaksinasi untuk jurnalis di Jakarta sudah diadakan pada Februari lalu. 

Johnny menyatakan kecepatan program vaksinasi akan membantu pemulihan kesehatan di Indonesia lebih cepat. Dia berharap masyarakat bisa mendapatkan kekebalan kolektif atau herd immunity dari virus corona tahun ini setelah divaksin.

Indonesia melaksakanan program vaksinasi yang ditargetkan bisa menjangkau 181 juta jiwa, program ini berlangsung hingga 2022 mendatang.

Baca juga: Indonesia inisiasi forum ekonomi kreatif di ASEAN

Baca juga: Menkominfo ajak masyarakat tidak termakan hoaks soal vaksinasi

Baca juga: Kominfo buka seleksi penyelenggara multipleksing

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kominfo jamin infrastruktur TIK di PON XX siap

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar