UMKM akui digitalisasi mudahkan berbisnis

UMKM akui digitalisasi mudahkan berbisnis

Dokumentasi- Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (kiri) mencoba aplikasi DANA di salah satu booth UMKM di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu, 20 Februari 2021. ANTARA/HO-DANA.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan berbasis di kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, mengakui bahwa program digitalisasi yang digalakkan pemerintah bersama swasta telah memudahkan mereka dalam berbisnis.

Danang Kuswanto, pemilik usaha makanan dan minuman "Pawon Mas Kumis", mengatakan bahwa transformasi digital bagi UMKM sangat penting karena teknologi memudahkannya dalam menjalankan bisnis, tidak hanya dalam promosi, tapi juga pembayaran secara non tunai.

"Jika program ini terus dijalankan, pastinya akan ada banyak teman-teman UMKM yang juga tertarik ikut serta dan lebih banyak menggunakan dompet (pembayaran) digital," kata Danang menjawab pertanyaan tertulis ANTARA, yang diterima Selasa.

Dengan digitalisasi bidang pembayaran, misalnya, Danang mengakui merasakan manfaat kemudahan dalam bertransaksi. Dengan aplikasi DANA, salah satunya, dia bisa menikmati kirim uang tanpa biaya hingga 10 kali per bulan.

Danang juga menegaskan bahwa program digitalisasi UMKM via Gernas BBI bisa mengakselerasi pertumbuhan bisnis UMKM.

Sependapat dengan Danang, pemilik usaha fesyen "Texere Indonesia" Manjunjung Hutabarat mengatakan bahwa digitalisasi sangat penting pada zaman sekarang karena teknologi memudahkan dalam pembayaran.

"Misalnya, pembayaran dari jauh hanya dengan menggunakan barcode, tidak perlu antre, atau pun tidak perlu pergi ke ATM," katanya.

Baca juga: DANA dukung UMKM Toba "go digital" via Gernas BBI

Baca juga: Kiat manfaatkan platform digital untuk iklankan produk UMKM


Manjunjung mengharapkan kolaborasi pemerintah, swasta, dan UMKM seperti dalam Gernas BBI akan menghasilkan lebih banyak kegiatan mulai dari pameran offline hingga eksibisi daring. "Saya berharap juga lebih sering disosialisasikan, sehingga masyarakat lebih paham dan tahu."

Sementara Saabas Kopi, menjawab pertanyaan tertulis ANTARA, mengatakan bahwa digitalisasi di era sekarang sangat penting, dan apabila UMKM tidak terjun mengikuti gerakan ini, termasuk pembayaran digital, maka ia akan tertinggal.

Digitalisasi UMKM, kata Saabas Kopi, sangat penting. Lewat digitalisasi pemasaran, UMKM juga bisa menjangkau pasar-pasar nasional hingga internasional. "Lewat ponsel, masyarakat sudah bisa menuju barang yang dituju dan mudah melakukan promosi."

Progam Gernas BBI, menurutnya, sangat berpengaruh untuk UMKM, apalagi jika diikuti dengan pameran yang menjadi sarana promosi terbaik. Dengan berpameran ia bisa berinteraksi langsung dengan konsumen.

Baik Danang, Manjunjung, maupun Saabas Kopi, sama-sama mengharapkan bahwa program ini perlu diperbanyak pelatihan-pelatihan bagi UMKM. "Jika ditambah dengan program rutin seperti pelatihan, maka akan baik lagi," ujar Danang.

Danang sangat mengharapkan lebih banyak program bantuan untuk pelatihan, seperti seminar yang sudah ia ikuti selama ini. "Harapannya kegiatan serupa bisa dilanjutkan."

Manjunjung Hutabarat juga punya harapan sama. "Saya berharap lebih sering dan luas dilakukan. Jika saat ini hanya melibatkan perwakilan saja, semoga ke depan lebih banyak partisipan karena UMKM di Sumatera Utara jumlahnya banyak.

Dompet digital DANA, yang menjadi mitra pemerintah dalam program pengembangan UMKM Gernas BBI, terlibat dalam kegiatan ini sejak tahun 2020.

"Keselarasan antara program Gernas BBI dengan kampanye 'DANA Sahabat UMKM' di tahun 2019 menjadi salah satu alasan yang mendorong DANA untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Gernas BBI dan Dana Sahabat UMKM sama-sama menyimpan tujuan yang sama yaitu menguatkan perekonomian Indonesia, meningkatkan literasi digital dan finansial, mendorong transaksi digital, serta menjangkau lebih banyak konsumen bagi para pelaku usaha," kata CEO & Co-founder DANA Indonesia, Vince Iswara.

Dalam program Gernas BBI, menurut Vince, DANA turut serta dalam memberikan pendampingan dengan menawarkan transaksi digital yang dapat berpengaruh terhadap bisis UMKM. "Selain itu, untuk menguatkan digitalisasi UMKM, DANA juga ikut memperluas pendampingan hingga pembinaan bisnis dari berbagai aspek seperti membangun citra merek hingga pemasaran.

Baca juga: Mengangkat potensi UMKM Sumatera Utara agar "naik kelas"

Baca juga: Bandara Silangit siap topang UMKM dan pariwisata Danau Toba

Baca juga: Digitalisasi artisan di tepian Danau Toba

Pewarta: Suryanto
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Beli Kreatif Danau Toba - Saatnya UMKM naik kelas! (Bagian 1)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar