Sudah 200.000 UMKM bertransaksi non tunai dengan DANA

Sudah 200.000 UMKM bertransaksi non tunai dengan DANA

Dokumentasi - Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mencoba aplikasi DANA di salah satu booth UMKM di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu, 20 Februari 2021. ANTARA/HO-DANA.

Jakarta (ANTARA) - Sudah sekitar 200.000 usaha mikro kecil menengah yang bergabung dan bertransaksi secara non tunai menggunakan aplikasi dompet digital DANA, menyusul gencarnya kampanye digitalisasi UMKM.

"Jenis sektor dan produk bisnisnya pun beragam. Adapun industri makanan masih menjadi sektor yang memimpin diikuti dengan jual beli pakaian (clothing stores)," kata Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, kepada ANTARA, Selasa.

Selain giat mengkampanyekan DANA Sahabat UMKM, DANA juga aktif terlibat dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), menjadi mitra pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM Indonesia.

Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang berfokus pada teknologi finansial, DANA menilai keterlibatan perusahaan teknologi menjadi penting untuk memajukan UMKM.

Baca juga: Pemerintah gandeng asosiasi fintech genjot ekonomi digital nasional

Baca juga: Voucer belanja digital bisa dorong daya beli masyarakat


Hal ini juga dipertegas dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis dan usaha. "Kapabilitas yang dimiliki DANA mengenai digital di berbagai aspek, kami yakini dapat ikut membantu mengembangkan UMKM di Indonesia," kata Vince.

Oleh karena itu, DANA selalu menyambut positif berbagai inisiasi yang muncul untuk memaksimalkan potensi UMKM di tanah air. Hal ini selaras dengan misi DANA sebagai sahabat UMKM yang senantiasa membantu pelaku usaha melalui 3D, yaitu fitur DANA Bisnis, Didampingi (setiap pelaku usaha didampingi lewat pelatihan berkelanjutan), serta Dipromosikan (setiap pelaku usaha akan diberikan kesempatan untuk memasarkan produknya di DANA).

DANA membuka peluang untuk sinergi dengan berbagai pihak, tidak hanya Gernas BBI. Selain Gernas BBI, DANA juga bekerja sama dengan ekosistem ekonomi lainnya untuk menghasilkan inisiasi baru yang erat kaitannya dengan digitalisasi UMKM.

DANA, jelas Vince, juga secara mandiri terus membina seluruh peserta dengan materi bermanfaat yang dapat mendukung usaha mereka.

Dalam Gernas BBI, setelah menggelar ‘Roadshow UMKM Siap Digital’ selanjutnya DANA juga menggelar ‘Masterclass UMKM Ekonomi Kreatif Digital’, untuk mendukung UMKM/IKM terpilih untuk mengoptimalkan sarana digital sebagai penggerak usaha yang mereka tekuni.

Sebagai dompet digital dan jembatan dalam mata rantai perekonomian, kehadiran DANA dalam kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam berbisnis serta memperluas potensi jaringan di sekitar mereka.

Setiap pelaku usaha yang merupakan hasil kurasi dari kegiatan roadshow, kemudian akan didampingi melalui beragam materi yang disampaikan langsung oleh fasilitator ahli dalam bidang pengembangan bisnis.

Untuk memaksimalkan usahanya kelak, setiap peserta dibimbing untuk menggali potensi dan mengidentifikasi masalah ekonomi kreatif di daerahnya hingga membangun narasi usahanya.

Tak hanya sampai di situ, DANA juga terus membangun semangat para pelaku UMKM dan memantau perkembangannya lewat chat group serta secara berkala menyelenggarakan ‘Kelas DANA Bisnis’ yang saat ini dijalankan secara virtual.

Tujuan dari rangkaian kegiatan tersebut adalah mengasah dan mengarahkan potensi yang dimiliki UMKM Indonesia agar lebih mandiri, melek digital teknologi dan finansial. Dengan demikian, daya saingnya menguat dan mampu bertahan di berbagai situasi dan kondisi.

Baca juga: UMKM akui digitalisasi mudahkan berbisnis

Baca juga: Kiat manfaatkan platform digital untuk iklankan produk UMKM

Baca juga: Digitalisasi artisan di tepian Danau Toba


 

Pewarta: Suryanto
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov Babel minta kades tak ragu gunakan ADD tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar