Menko Luhut: 8 pelabuhan masuk Ekosistem Logistik Nasional tahun ini

Menko Luhut: 8 pelabuhan masuk Ekosistem Logistik Nasional tahun ini

Ilustrasi: Suasana aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/2/2021). Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menunjuk Pulau Batam menjadi percontohan sistem National Logistik Ecosystem (NLE) melalui Batam Logistic Ecosystem (BLE), platform digitalisasi yang mempertemukan importir/eksportir dengan penyedia jasa logistik dan mempermudah proses perizinan hingga pembayaran logistic. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/Lmo/rwa.

Ada delapan pokoknya. Itu kita mau tahun ini jadi. Pokoknya kita bisa. Siapa yang menghalangi kita buldozerin
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ingin agar delapan  pelabuhan besar di Indonesia masuk ke Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) menyusul diluncurkannya proyek percontohan platform Ekosistem Logistik Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE).

"Kami sepakat bahwa setelah ini jalan, langsung kita upayakan tahun ini delapan pelabuhan di Indonesia juga kita masukkan sistem ini," kata Menko Luhut pada peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE), yang juga ditayangkan secara daring, Kamis.

Ke delapan pelabuhan itu di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Patimban (Jawa Barat), Tanjung Emas (Jawa Tengah), Tanjung Perak (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Belawan Medan (Sumatera Utara).

Baca juga: Sri Mulyani paparkan tujuan implementasi Batam Logistic Ecosystem

"Ada delapan pokoknya. Itu kita mau tahun ini jadi. Pokoknya kita bisa. Siapa yang menghalangi kita buldozerin," tegas Menko Luhut.

Menko Luhut menuturkan ekosistem logistik yang terintegrasi merupakan upaya pemerintah untuk bisa lebih efisien sehingga mampu bersaing secara global. Ia menyebut biaya logistik di Indonesia mencapai 23,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara biaya logistik Malaysia hanya sekitar 13 persen terhadap PDB mereka.

Menurut dia, dengan selisih yang sekitar 10 persen itu, investor tentu akan berpikir dua kali untuk masuk dan menanamkan modal di Indonesia. Oleh karena itu, upaya untuk menekan biaya logistik terus dilakukan pemerintah.

Baca juga: MTI: Masa pandemi kesempatan perbaiki sistem logistik nasional

"Masak itu bedanya hampir 10 persen. Itu kan cost. Anda bayangin, kalau perdagangan itu banyak, beda 10 persen selisihnya, ngapain datang ke Indonesia untuk investasi? As simple as that (sesederhana itu) saja," kata Menko Luhut.

BLE merupakan bagian dari sistem ekosistem logistik nasional (NLE) yang berfungsi merapikan dan menyederhanakan proses bisnis melalui layanan pemeriksaan terpadu dengan single submission, layanan pelabuhan dan perizinan.

Melalui NLE, pemerintah menargetkan bisa menekan biaya logistik menjadi 17 persen dari PDB pada 2024 mendatang.

Baca juga: Mendag: Ekosistem Logistik Nasional percepat ekspor impor
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar